TopCareerID

Imbas Pandemi, Pendapatan Ancol Turun 58%

Ancol

Dok/mytrip123.com

Topcareer.id – PT Pembangunan Jaya Ancol melaporkan kinerja Semester I 2020 pada Senin (24/8/2020) di mana Perseroan ini sangat terdampak pandemi Covid-19. Pendapatan usaha Ancol alami penurunan hingga 58%, yakni sebesar Rp 254,21 miliar, dibanding periode sama 2019 sebesar Rp 607,89 miliar.

Imbas Covid-19 itu pula yang membuat Ancol bukukan kerugian Rp 146,3 miliar sepanjang semester I-2020. Sementara di periode yang sama 2019, Ancol mampu memperoleh laba bersih Rp 71,2 miliar.

“Kami mengalami kerugian sebesar 306 persen atau 146 miliar,” kata Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Teuku Sahir Syahali dalam siaran pers, Senin (24/8/2020).

Imbas pandemic ini membuat sejumlah kawasan wisata ditutup sementara, termasuk Ancol. Perseroan telah melakukan penutupan kawasan rekreasi sejak 14 Maret 2020 sampai dengan 19 Juni 2020.

Penutupan itu juga sesuai dengan Instruksi Gubernur Nomor 16 Tahun 2020 Tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Risiko Penularan Infeksi Corona Virus Disease (Covid-19) serta penetapan status tanggap darurat Covid-19 oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Surat Edaran Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta Nomor 160/SE/2020.

Jumlah pengunjung anjlok

Karena adanya penutupan kawasan Ancol selama periode semester I 2020, pengunjung tempat wisata ini alami penurunan hingga 68,18%, yakni sebanyak 3,35 juta orang untuk kawasan Beach Park, Dufan, Atlantis, Sea World, dan Ocean Dream Samudra.

Padahal pada periode yang sama tahun 2019, jumlah pengunjung Ancol tercatat sebanyak 10,53 juta orang.

Sementara untuk pengunjung bulan Juni 2020 tercatat 2,3 juta, jumlah tersebut mengalami penurunan 71% dibandingkan Juni 2019 yang berjumlah 8 juta pengunjung.

“Kebijakan penutupan seluruh kawasan Taman Impian Jaya Ancol akan sangat berdampak pada penurunan pendapatan, maka beberapa rencana proyek inovasi dan renovasi akan dilakukan evaluasi pekerjaan berdasarkan skala prioritas melalui efisiensi cash flow dan sense of crisis,” ujarnya.**(Feb)

Exit mobile version