TopCareerID

Mitos-Mitos Soal Kepemimpinan, Mana yang Sering Kamu Dengar? (Bagian 2)

Sumber foto: Leadership Development

Topcareer.id – Manajer atau atasan merupakan pemimpin dalam lingkup perusahaan. Setiap orang bisa muncul dengan peran kepemimpinannya, meski tidak semua manajer memiliki peran kepemimpinan yang baik.

Sejauh ini, ada sejumlah mitos soal kepemimpinan yang masih terekam di benar banyak orang. Berikut beberapa di antaranya yang harus dibuang, seperti dikutip dari laman The Balance Career.

Bagian akhir dari tulisan.

Kepemimpinan adalah tentang hasil, bukan orang

Seiring laju kehidupan yang semakin cepat, bisnis dan karyawan menjadi semakin berorientasi pada tindakan dan didorong oleh hasil.

Padahal, memimpin adalah tentang orang dan membantu mereka mencapai hasil. Semakin mereka dibiarkan fokus, dipercaya dan diberdayakan oleh para pemimpin, maka semakin banyak yang akan mereka capai.

Kepemimpinan itu statis

Kita cenderung percaya bahwa begitu kepemimpinan telah ditetapkan berdasarkan peran atau jabatan, semua itu akan berlangsung statis hingga pemimpin yang ditunjuk mengundurkan diri, dipecat, atau mati.

Padahal, pada kenyataannya, kepemimpinan akan jauh lebih efektif, dinamis dan hidup ketika ada perubahan dinamis di seluruh sistem.

Dengan cara ini, setiap orang adalah pemimpin. Kamu bisa memimpin di depan dan menunjukkan jalan, atau memilih memimpin dari belakang dan mendukung inisiatif. Kamu juga bisa ,emimpin melalui kemitraan, atau dengan menggunakan naluri dan intuisi untuk merasakan apa yang tidak dibicarakan.

Bagi pemimpin, kegagalan bukanlah pilihan

Kegagalan adalah bagian penting dari eksplorasi, penemuan baru, dan inovasi yang mendorong. Hanya melalui kegagalan kita dapat belajar, berkembang, dan tumbuh. Penting bagi para pemimpin untuk merangkul dan merayakan kegagalan sebagai aspek penting dari pengembangan dan penemuan.**(Feb)

Exit mobile version