Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, September 28, 2020
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Bagaimana Cara Mengatasi Rasa Iri di Tempat Kerja (Bagian 2)

Foto Ilustrasi Rekan Kerja yang Iri (Foto: Freepik)

Topcareer.id – Iri hati. Setiap orang pasti pernah merasakannya di beberapa titik. Meskipun itu adalah emosi alami manusia, itu dapat meningkat dan bahkan menggagalkan karier kamu jika kamu biarkan berlarut ke dalam pekerjaanmu.

Mengatasi rasa iri bukanlah hal yang mudah, tetapi itu perlu. Berhati-hatilah untuk tidak mencampurkan kecemburuan dengan iri hati, mereka adalah dua hal yang sangat berbeda.

Dengan kecemburuan, kamu memiliki sesuatu (biasanya hubungan) dan merasa terancam kehilangannya kepada pihak ketiga. Iri hati, di sisi lain, adalah keinginan kamu untuk memiliki sesuatu yang dimiliki orang lain.

Kamu akan cemburu jika seseorang menggoda pasanganmu, tetapi kamu akan iri dengan pekerjaan baru yang luar biasa dari teman perempuan kamu.

Baca Juga: Rumus Membangun Kekayaan Bagi Pekerja Kantor 9-5

Dalam beberapa kasus, kamu juga mungkin menjadi sasaran kecemburuan atau rasa iri seseorang. Mungkin karena kamu mendapatkan promosi besar. Dalam kasus lain, kamu mungkin orang yang iri jika rekan kerja kamu mendapatkan pekerjaan yang kamu impikan.
Dalam skenario apapun, perasaan ini dapat merusak hubungan kerja, mengganggu tim, dan meruntuhkan kinerja. Jadi, bagaimana kamu mengatasi rasa iri? Langkah-langkah ini akan membantu kamu menjinakkan rasa iri yang kamu alami atau saat kamu menjadi pihak yang dijadikan sasaran iri dari orang lain di tempat kerja.

Bagian kedua dari artikel:

Jika kamu jadi orang yang dijadikan sasaran rasa iri rekan kerja

Nilai kesalahan kamu
Jika kamu merasa seorang rekan kerja iri pada kamu dan dia sedang mengomel, mulailah dengan mengambil langkah mundur dan melihat ke cermin. Kamu mungkin memicu kecemburuan orang tersebut akibat kamu selalu memuji diri sendiri, menjilat bos, atau tampil sebagai orang yang sok tahu, kata Karen Litzinger, pembicara dan pelatih tentang etika bisnis dan profesionalisme. Strategi terbaiknya adalah jangan terlalu membanggakan diri setelah bekerja, tidak perlu menggembar-gemborkan bahwa kamu makan siang bersama dengan CEO, atau membicarakan tentang gaji kamu dengan rekan kerja yang mungkin gajinya lebih rendah dari kamu.

Dekati secara langsung
Iri hati dapat mendorong orang untuk berperilaku buruk, yang berarti kamu bisa menjadi korban gosip, pengucilan, atau bahkan sabotase. Ini serius dan harus ditangani satu lawan satu. Tanyakanlah kepada orang tersebut, “Kamu tampak sedikit kesal dengan saya pagi ini. Saya sangat menghargai hubungan kita, jadi saya ingin tahu apa yang terjadi?” Jika kamu khawatir tentang reaksi orang tersebut, tambahkan pernyataan, “Saya ingin tahu apakah ada hal salah yang saya lakukan sehingga menyinggungmu, dan saya ingin membicarakan tentang bagaimana kita dapat bekerja sama dengan lebih baik lahi.” Dalam kebanyakan kasus, melakukan percakapan yang tenang dengan orang yang iri akan meredakan situasi dan memungkinkan kamu dan rekan kerja menemukan cara yang dapat disepakati bersama untuk bergerak maju bersama. Jika kamu kesulitan menyelesaikannya sendiri, manajer kamu mungkin perlu terlibat.

Temukan tempat kerja yang tidak terlalu beracun
Tempat kerja dimanapun, lingkungannya akan tetap mengandung racun iri, hanya saja tingkatannya berbeda-beda. Mengatasi rasa iri orang lain terhadap dirimu bisa jadi melelahkan. Jika rekan kerjamu membuat hidupmu sengsara sehingga kamu diabaikan untuk promosi, inilah waktunya untuk memeriksa padang rumput yang lebih hijau. Sebisa mungkin atasai rasa iri rekan kerja dengan tindakan yang asertif. Jika memang semua hal terbaik sudah kamu lakukan dan lingkungan kerjamu tetap kencang menyebarkan racun iri dan kebencian, kamu bisa memutuskan untuk mencoba mencari pekerjaan baru di tempat lain yang tidak terlalu beracun.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply