TopCareerID

Pelaut Indonesia Jangan Hanya Jadi Penggerak Bangsa, Tapi..

Dok/Pixabay

Topcareer.id – Menjadi pelaut adalah profesi yang jarang dibahas, dan bahkan minim peminat. Padahal peluang untuk berprofesi sebagai pelaut ini terbuka lebar, termasuk di kapal-kapal internasional. Pelaut Indonesia pun diharap mampu menjadi pemimpin dalam kemaritiman global.

Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPP Indonesian National Shipowners Association (INSA), Capt. Zaenal Arifin Hasibuan mengatakan kebanyakan pelaut Indonesia ini, lebih besar kontribusinya untuk bekerja di kapal penumpang.

“Belum terlalu banyak perwira Indonesia yang menjadi perwira di kapal-kapal yang berlayar internasional atau di kapal asing,” kata Capt. Zaenal dalam diskusi Zoom berjudul ‘Pemberdayaan SDM dan Peluang Karier Pelaut di Sektor Kemaritiman,’ Rabu (9/9/2020).

Menurut Zaenal, hal ini sebenarnya sebuah kesempatan yang harusnya diambil, sehingga minimal para pelaut Indonesia bisa menyamai China atau Filipina.

Ia menambahkan, pelaut-pelaut Filipina dalam setahun mampu mengirim uang ke negaranya sebesar Rp 100 triliun, jumlah yang sangat besar sebagai devisa untuk sebuah profesi.

“Nah, bagaimana ini bisa dicapai oleh Indonesia? Jadi, goalnya atau targetnya adalah world wide, bagaimana pelaut itu tidak cuma sebagai penggerak ekonomi bangsa, tapi juga penghasil devisa utama untuk Indonesia,” tutur Zaenal.

Zaenal yang melaut di kawasan Eropa untuk waktu lama ini, mengakui bahwa secara global, sebenarnya dunia kekurangan pelaut. Bahkan untuk kawasan Eropa sendiri pada tahun 2000, banyak pelaut asing yang dibolehkan mengikuti ujian standar Uni Eropa, lantaran kekurangan pelaut.

“Saya mengusulkan bukan hanya take a part, tapi kalau bisa kita yang take a lead. Pimpinlah di sana bahwa Indoneisa lah yang merajai pelayaran ataupun kelautan di belahan dunia ini.”

Sementara itu, data yang dijabarkan oleh Kepala Badan Pengembangan SDM Kementerian Perhubungan, Sugihardjo bahwa ada 306.280 jumlah pelaut Indonesia yang bekerja di atas kapal pelayaran internasional (kapal asing).

Sebanyak 774.000 pelaut perwira yang bekerja di pelayaran internasional, 17%-nya merupakan perwira pelaut Indonesia, yakni sebanyak 131.580. Untuk pelaut Rating sendiri, Indonesia menyumbangkan angka 20%, yakni 174.700 dari 873.500 pelaut.

“Jadi jumlah pelaut Indonesia baik perwira maupun Rating yang bekerja di atas kapal asing, lebih dari 300 ribu (306.280). Dengan asumsi rata-rata penghasilan per bulan Rp 27 juta, maka kontribusi pelaut Indonesia yang bekerja di kapal asing per tahun itu lebih dari Rp 98 triliun,” ucap Sugihardjo.

Menurut Sugihardjo, itu angka yang cukup berharga dan bisa dikembangkan lagi, terutama dari sisi SDM dengan lulusan sekolah pelaut.**(Feb)

Exit mobile version