TopCareerID

Penelitian: Sel Kekebalan Merespons Covid-19 Enam Bulan Setelah Infeksi

Foto Ilustrasi sel kekebalan tubuh

Topcareer.id – Kekebalan seluler, atau “sel-T,” terhadap Covid-19 kemungkinan ada pada kebanyakan orang dewasa enam bulan setelah infeksi primer, sebuah studi baru mengatakan.

Penelitian dilakukan oleh Konsorsium Imunologi Coronavirus Inggris (UK-CIC), Public Health England dan Manchester University NHS Foundation Trust telah menemukan “tanggapan sel-T yang kuat” terhadap virus corona enam bulan setelah infeksi.

Sel-T adalah bagian dari sistem kekebalan manusia yang menyerang sel-sel yang telah terinfeksi virus atau jenis patogen lain dan mereka membantu sel-sel penghasil antibodi lain dalam sistem kekebalan. Para ilmuwan telah menyelidiki respons sel-T terhadap virus corona untuk melihat seberapa tahan respons imun pada individu yang telah terjangkit dan pulih dari Covid-19.

Baca Juga: 95% Pasien Positif Covid-19 Meninggal Karena Komorbid

Studi terbaru ini mengamati 100 orang yang dites positif terkena virus corona pada Maret dan April 2020 tetapi belum dirawat di rumah sakit karena virus tersebut.

Sampel serum dikumpulkan setiap bulan untuk mengukur tingkat antibodi, dan sampel darah diambil setelah enam bulan untuk menilai respons seluler (sel-T) terhadap virus.

Serangkaian analisis dilakukan untuk menilai aspek berbeda dari respons sel T termasuk besarnya respons dan respons terhadap protein berbeda dari virus.

Menurut penelitian, tanggapan sel-T hadir pada semua individu pada enam bulan setelah infeksi virus corona, ini menunjukkan bahwa memori seluler yang kuat terhadap virus bertahan setidaknya selama enam bulan.

Namun, penelitian tersebut menemukan bahwa ukuran respons sel-T berbeda di antara para individu. Studi terbaru tersebut juga belum dipublikasikan dalam jurnal medis ataupun ditinjau oleh sejawat.

Profesor Paul Moss, pimpinan Konsorsium Imunologi Virus Corona Inggris dari Universitas Birmingham, mengatakan bahwa penelitian dan studi lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah orang yang bergejala dengan Covid-19 lebih aman dari infeksi ulang di masa mendatang.

“Menariknya, kami menemukan bahwa kekebalan seluler lebih kuat pada titik waktu ini pada orang-orang yang mengalami infeksi simtomatik dibandingkan dengan kasus tanpa gejala. Kami sekarang membutuhkan lebih banyak penelitian untuk mengetahui apakah individu yang bergejala lebih terlindungi dari infeksi ulang di masa mendatang.”pungkasnya mengutip CNBC**(RW)

Exit mobile version