TopCareerID

3 Bandara PT Angkasa Pura II Jadi Lokasi Pengembangan Listrik Tenaga Surya

Dok: Angkasa Pura II

Topcareer.id – PT Angkasa Pura II (Persero) fokus pada pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) di seluruh bandara. Angkasa Pura II dan PT Len Industri tanda tangani kerja sama potensi pembangkit listrik tenaga surya di Lingkungan PT Angkasa Pura II.

Sejalan dengan hal itu, akan dilakukan kajian teknis implementasi EBT di 3 bandara yakni Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Bandara Kualanamu di Deli Serdang, dan Bandara Banyuwangi.

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan kajian teknis diharapkan rampung pada akhir tahun.

“Lokasi kajian teknis ditetapkan di 3 bandara sesuai dengan surat dari PT Len Industri, dan kami rasa sudah sangat memadai. Bandara Soekarno-Hatta adalah bandara terbesar, kemudian Kualanamu adalah kedua terbesar, sementara Banyuwangi merupakan bandara yang pembangunannya sudah mengarah ke konsep green airport,” jelas Muhammad Awaluddin dalam keterangan persnya, Rabu (4/11/2020).

Lebih lanjut, Muhammad Awaluddin mengatakan tujuan penggunaan EBT di bandara PT Angkasa Pura II adalah melengkapi sumber listrik dari PLN, meminimalkan biaya konsumsi listrik, dan menerapkan konsep green airport.

Baca juga: Angkasa Pura II Catat 110.530 Penumpang di 28 Oktober, Tertinggi Sejak Pandemi

“Misalnya di Bandara Soekarno-Hatta, penggunaan EBT sebesar 10% dari kebutuhan itu saja sudah sebesar 6,5 megawatt. Itu sudah termasuk cukup besar untuk penggunaan EBT,” ujar Muhammad Awaluddin.

Di dalam 2 tahun mendatang, PT Angkasa Pura II menargetkan penggunaan EBT di bandara-bandara dapat mencapai 10% dari total penggunaan/konsumsi listrik.

“Implementasi EBT ini juga merupakan strategi perseroan di dalam mengimplementasikan Business Survival Initiatives di tengah pandemi, serta melakukan optimalisasi melalui pivoting business atau mencari peluang yang ada,” jelas Muhammad Awaluddin.

PLTS di Bandara Soekarno-Hatta

Di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, saat ini sudah terpasang PLTS tepatnya di gedung Airport Operation Control Center (AOCC).

Sebanyak 720 solar panel system dengan photovoltaics berkapasitas maksimal 241 kilo watt per peak (kWp) dipasang di atap gedung guna mengaliri listrik ke peralatan-peralatan canggih di AOCC. AOCC sendiri memiliki peran sangat vital dalam menjamin kelancaran operasional di Bandara Soekarno-Hatta.**(Feb)

Exit mobile version