Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Friday, December 4, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Gates Foundation Suntik Dana Lagi untuk Vaksin Covid-19 hingga USD 70 Juta

Dok/VOA Learning English

Topcareer.id – Gates Foundation kembali suntik dana USD 70 juta atau sekitar Rp 995,4 miliar sebagai upaya global untuk mengembangkan dan mendistribusikan vaksin, serta perawatan menghadapi pandemi Covid-19.

Menurut yayasan tersebut, dikutip dari Reuters, sebesar USD 50 juta akan disumbangkan ke COVAX Advance Market Commitment (AMC) yang dipimpin oleh aliansi vaksin GAVI. Sementara, USD20 juta lagi untuk Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) yang mendanai pengembangan beberapa calon vaksin Covid- 19.

“Kami harus memastikan bahwa setiap orang mendapatkan akses yang sama ke tes, obat-obatan, dan vaksin ketika tersedia, tidak peduli di mana kamu tinggal di dunia ini,” kata salah satu Ketua Yayasan Melinda Gates dalam sebuah pernyataan, Kamis (12/11/2020).

“Janji kita hari ini berarti kita semakin dekat untuk memiliki sumber daya yang dibutuhkan untuk membantu dunia memerangi virus ini.”

Bersama dengan Organisasi Kesehatan Dunia, CEPI dan GAVI memimpin bersama skema global yang dikenal sebagai Access to Covid-19 Tools (ACT) Accelerator yang bertujuan untuk mempercepat pengembangan, produksi, dan akses yang adil ke obat, tes, dan vaksin Covid-19.

GAVI mengatakan fasilitas COVAX, yang merupakan bagian dari skema, bertujuan untuk mendapatkan 2 miliar dosis vaksin Covid-19 pada akhir 2021.

Dikatakan bahwa dosis akan tersedia untuk orang-orang di semua negara yang berpartisipasi dalam COVAX, dengan hampir satu miliar dosis tersedia untuk 92 negara termiskin melalui Advanced Market Commitment (AMC).

Mark Suzman, chief executive officer Gates Foundation, mengatakan kepada wartawan dalam briefing online bahwa ini adalah “minggu yang baik” untuk menambah upaya pendanaan global.

“(Berita vaksin) membuat kami berharap tentang sejumlah produk vaksin lain yang akan segera tersedia,” katanya.

“Tapi jalan masih panjang untuk melewati itu dan mendapatkan vaksin yang disetujui (oleh regulator), dan kemudian ke orang-orang yang membutuhkannya dalam skala besar dan dengan jenis distribusi global yang adil, kita benar-benar perlu mengendalikan virus,” ujarnya.**(Feb)

Leave a Reply