TopCareerID

Menko Airlangga: Upaya 3T, 3M, dan Vaksinasi Harus Sejalan

Menko Airlangga mengatakan bahwa Indonesi membutuhkan 9 juta SDM unggul hingga 2030.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto

Topcareer.id – Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin COVID-19 dalam bentuk jadi produksi Sinovac telah tiba di Tanah Air pada Minggu (06/12/2020) malam). Menanggapi hal tersebut, Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut kedatangan vaksin merupakan langkah nyata proses vaksinasi di Indonesia.

Ia mengatakan, melengkapi upaya 3T (testing, tracing, dan treatment) serta 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak), pelaksanaan vaksinasi adalah upaya yang sangat penting dalam mengakhiri pandemi.

“Ketiga hal tersebut, 3T, 3M, dan vaksinasi harus selalu berjalan bersamaan sampai kita semua di Indonesia, di seluruh dunia benar-benar lepas dari pandemi COVID-19,” kata Menko Airlangga dalam keterangannya, Minggu (6/12/2020).

Menurut Airlangga, pelaksanaan ketiga hal tersebut, akan semakin membangkitkan rasa aman dan percaya diri bangsa Indonesia.

Baca juga: Awas, Terlalu Banyak Vitamin D Bisa Akibatkan Keracunan Hingga Masalah Ginjal

Dengan terus meningkatkan kedisiplinan dalam penerapan protokol kesehatan, lanjutnya, melalui 3M dan 3T maka pelaksanaan vaksinasi akan semakin membangun rasa aman dan kepercayaan diri sebagai bangsa dalam melakukan berbagai aktivitas sosial ekonomi.

“Untuk mendukung ketahanan kesehatan, mendorong produktivitas, serta untuk menjaga dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Airlangga.

Dalam pernyataannya, Menko Perekonomian juga menyampaikan, meskipun vaksin COVID-19 sudah tiba di Tanah Air, namun pelaksanaan vaksinasi masih harus melewati tahapan-tahapan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Pelaksanaan vaksinasi masih harus melewati tahapan evaluasi dari Badan POM, untuk memastikan aspek mutu, keamanan, dan efektivitasnya. Selain itu juga menunggu fatwa MUI untuk aspek kehalalannya,” terang Airlangga.

Exit mobile version