TopCareerID

Usai Pandemi, TeamViewer akan Izinkan Stafnya Gunakan Separuh Waktu untuk WFH

Topcareer.id – CEO TeamViewer, Oliver Steil, sebuah perusahaan perangkat lunak asal Jerman menjelaskan perusahaan memungkinkan bisnisnya dikelola dengan perangkat lain dari jarak jauh.

Berdasarkan percakapan yang dia lakukan dengan pelanggannya, Steil mengatakan perusahaan akan membiarkan staf memiliki jadwal kerja di kantor dan WFH yang seimbang dalam seminggu menjadi 50-50.

Staf dapat bekerja di kantor satu minggu dan jarak jauh pada minggu berikutnya, atau mereka dapat menghabiskan dua hari di kantor dan mengerjakan sisanya di tempat lain, katanya.

Tidak hanya manajer dan pekerja kantor yang bekerja dari jarak jauh setelah pandemi, menurut Steil. Ia yakin orang-orang dengan peran “lebih operasional” juga akan dapat bekerja dari rumah.

Baca juga: Delirium Disebut Sebagai Gejala Baru COVID-19, Ini Tanda dan Penyebabnya

Di masa depan, teknisi di suatu tempat seperti pabrik atau gudang akan dapat menerima instruksi dari ahli jarak jauh melalui kacamata pintar, kata Steil, yang mengawasi akuisisi perusahaan augmented reality Ubimax pada Juli.

“Ke sanalah kami ingin pergi,” katanya, menambahkan bahwa ahli jarak jauh dapat mengakses dan mengontrol alat berat di depan teknisi gudang.

“Mereka bekerja dalam interaksi tiga arah dan dengan demikian kamu mengurangi waktu perjalanan, kamu tidak perlu menerbangkan ahli ke seluruh dunia, kamu lebih cepat, lebih akurat, lebih sedikit rawan kesalahan, dan itulah yang kami coba capai,” Jelas Steil.

TeamViewer terdaftar di Bursa Efek Frankfurt pada September 2019 dan memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp 7,62 miliar euro ($ 9,03 miliar) pada Rabu (18/11).

Raksasa media sosial Twitter juga mengatakan pada bulan Mei bahwa beberapa tenaga kerjanya dapat bekerja dari rumah selamanya jika mereka mau.

Sementara itu Facebook mengatakan pada bulan Agustus akan mengizinkan karyawannya untuk bekerja dari jarak jauh hingga Juli 2021.**(Feb)

Exit mobile version