TopCareerID

Kemenkop UKM Akui Semua Sektor UMKM Terdampak Akibat Pandemi

pasar e-commerce

Topcareer.id – Kementerian Koperasi dan UKM akui bahwa pandemic COVID-19 sebabkan goncangan serius bagi UMKM, baik dari sisi supply maupun demand. Bahkan, dampak pandemi itu berimbas pada UMKM di semua sektor.

Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Bidang Produktivitas dan Daya Saing Herustiati mengatakan, tahun 2020 ini merupakan tahun yang berat bagi UMKM.

“Berbagai hasil survei dampak pandemi COVID-19 terhadap UMKM menunjukkan berbagai masalah pada setiap aspek bisnis,” jelas Herustiati dalam siaran pers, Senin (4/1/2021).

Ia menambahkan, aspek yang terimbas, yakni pemasaran (penurunan permintaan pelanggan, kesulitan berjualan secara daring), aspek produksi (terjadi kenaikan harga barang baku dan kesulitan mendapat bahan baku, aspek keuangan (kekurangan uang kas, dan adanya hutang atau kredit yang jatuh tempo).

Baca juga: Australia Akan Mulai Vaksinasi Pada Bulan Februari

Pemerintah telah menyiapkan langkah kebijakan untuk mengatasi COVID-19, termasuk di bidang ekonomi untuk memperkuat fondasi keberlangsungan usaha koperasi dan UMKM (KUMKM) melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Kementerian Koperasi dan UKM meluncurkan berbagai program bantuan bersifat moneter, mulai dari BanPres Produktif Usaha Mikro, bantuan produktif untuk ultra-mikro dan mikro, restrukturisasi dan subsidi suku bunga kredit usaha mikro, restrukturisasi kredit untuk koperasi, hingga bantuan non-moneter seperti pendampingan UMKM,” jelas Herustiati.

Dalam hal pendampingan UMKM, KemenKopUKM bersinergi dan berkolaborasi dengan asosiasi, komunitas, akademisi, maupun Perusahaan Teknologi Indonesia.

Ia melanjutkan, selain itu juga mengoptimalkan fungsi PLUT sebagai sarana pendampingan UMKM yang tersebar di 71 Kabupaten/Kota dengan jumlah pendamping 409 orang, untuk bersama-sama bergotong royong membantu UMKM.

Herustiati menambahkan, strategi pendampingan UMKM di era pandemi covid19 difokuskan kepada pengembangan inovasi dan kreativitas, baik di level produk maupun pelayanan sesuai perubahan preferensi dan perilaku konsumen, dengan cara mereview proses bisnis dan memanfaatkan informasi Teknologi secara optimal.

“Tak Lupa, kita akan mereview proses bisnis dan memanfaatkan Teknologi Informasi,” pungkas Herustiati.

Exit mobile version