TopCareerID

Tesla cari Desainer untuk Merancang Mobil Listrik di China

Elon Musk, pemilik Twitter akan rebranding logo burung biru Twitter menjadi X.

Elon Musk, pemilik Twitter akan rebranding logo burung biru Twitter menjadi X. (dok. The Verge)

Topcareer.id – Tesla dikabarkan tengah mencari bos desainer untuk China. Perusahaan itu akan membuka studio di Shanghai atau Beijing untuk merancang kendaraan listrik yang dibuat khusus untuk pelanggan China.

Menurut orang yang memiliki pengetahuan tentang masalah tersebut, tim SDM Tesla, serta beberapa headhunter, telah menjelajahi industri selama empat bulan terakhir untuk mencari kandidat “bicultural” dengan pengalaman 20 tahun atau lebih yang akrab dengan dengan cita rasa desain khas Cina.

Beberapa kandidat telah diwawancarai oleh kepala desain global Tesla, Franz von Holzhausen, lapor Reuters, meskipun tidak jelas berapa banyak orang yang telah didekati untuk posisi ini.

Saat ini, rencana Tesla untuk studio desain di China belum selesai, dan sumber percaya bahwa Tesla kemungkinan akan meluangkan waktu sebelum memutuskan apakah akan melanjutkan upaya ini lebih lanjut atau tidak.

Namun, laporan ini sesuai dengan apa yang dikatakan Elon Musk sendiri tahun lalu selama acara media di Shanghai.

“Saya pikir sesuatu yang akan sangat keren adalah membuat pusat desain dan teknik di China dan benar-benar merancang mobil asli China untuk seluruh dunia. Saya pikir ini akan sangat menarik,” ujarnya kala itu.

Salah satu sumber mengatakan bahwa setelah chief desainer dipekerjakan, Tesla akan merekrut tim desain penuh (sekitar 20 orang), termasuk pemodel untuk membantu mengubah rendering menjadi model tanah liat.

Sementara itu, sumber lain menyatakan bahwa satu kemungkinan model “khusus China” adalah mobil bervolume rendah, seperti EV seharga USD 25.000 yang dibawa Musk selama acara Battery Day pada bulan September 2020 lalu. Ini kemungkinan akan menjadi mobil kompak yang ukurannya lebih kecil dari Model 3.

“Sebuah mobil Tesla kompak akan berhasil dengan baik di China, serta seluruh Asia dan Eropa,” kata Yale Zhang, kepala perusahaan konsultan Automotive Foresight yang berbasis di Shanghai.

“Ini berpotensi menurunkan penjualan mobil seperti Toyota Corolla dan Volkswagen Golf,” pungkasnya.**(Feb)

Exit mobile version