Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Oktober 26, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Korea Selatan Mulai Lakukan Tes COVID-19 pada Hewan Peliharaan

Ilustrasi/Pixabay

Topcareer.id – Beberapa minggu setelah Korea Selatan melaporkan kasus COVID-19 pertamanya yang melibatkan kucing peliharaan, Seoul akan mulai melakukan tes pada kucing dan anjing untuk infeksi virus corona.

Sementara penyakit ini kebanyakan menyebar dari orang ke orang, itu juga dapat menyebar dari orang ke hewan, atau dari hewan ke manusia, meskipun tidak terlalu signifikan menurut para ahli kesehatan.

Sejumlah kucing dan anjing peliharaan telah dilaporkan terinfeksi virus corona di beberapa negara. Hewan lain termasuk cerpelai, gorila, dan harimau juga dilaporkan dinyatakan positif.

Pemerintah metropolitan Seoul mulai melakukan tes pada hari Senin (8/2), kantor berita Yonhap melaporkan.

Park Yoo-mi, seorang pejabat pengendalian penyakit di Seoul, mengatakan bahwa tes akan dilakukan di dekat rumah hewan oleh tim petugas kesehatan, termasuk seorang dokter hewan.

Hanya kucing dan anjing yang menunjukkan gejala, seperti demam, batuk, kesulitan bernapas dan peningkatan sekresi dari mata atau hidung, yang akan diuji.

Baca juga: Ini Saran CDC Untuk Cegah Penularan Covid Pada Hewan Peliharaan

Jika hasil tes hewan peliharaan positif, ia akan diminta untuk karantina di rumah selama 14 hari tanpa dikirim ke fasilitas isolasi, kata Park.

Jika pemilik hewan peliharaan tidak dapat merawat hewan tersebut karena alasan kesehatan, atau jika mereka sudah tua, hewan tersebut kemudian akan diisolasi di fasilitas yang dikelola kota di sebelah barat Seoul.

Pada bulan Januari, seekor anak kucing dinyatakan positif mengidap virus corona baru di Provinsi Gyeongsang Selatan, dimana lebih dari 100 orang juga tertular virus di fasilitas keagamaan yang sama.

Belum ada infeksi COVID-19 yang diketahui pada anjing di Korea Selatan, meskipun anjing secara umum diketahui terserang flu.

Menurut situs Mayo Clinic, risiko hewan menyebarkan virus ke manusia dianggap rendah dan hewan tampaknya tidak memainkan peran penting dalam penyebaran penyakit.

Juga tidak ada bukti bahwa virus dapat menyebar ke manusia atau hewan lain dari kulit, bulu, atau rambut hewan peliharaan, Mayo Clinic menambahkan.

Para ahli menyarankan agar pemilik hewan peliharaan menjaga mereka berinteraksi dengan orang atau hewan di luar rumah mereka.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan