TopCareerID

Mantan Jubir KPK Bocorkan Cara agar WhatsApp sulit Diretas

Topcareer.id – Mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah belum lama ini membagikan bocoran bagaimana cara menghindari agar WhatsApp kita tidak dibajak orang yang tak bertanggungjawab.

“Gimana cara mengindari WA dibajak? sebuah UTAS, bukan gimana cara agak ga disadap ya.. ini sih beda lagi. Ini tips meminimalisir risiko aja, ga mutlak juga begitu kalau yang mau bajak sudah niat banget atau punya akses ke alat canggih yang dimiliki oleh sensor,” tulis Febri di akun instagramnya, pada Minggu (14/3/2021).

Lebih lanjut, pria kelahiran 8 Februari 1983 itu mengakatan untuk tahap pertama yakni mengecek apakah ada orang lain yang menggunakan WhatsApp kamu melalui perangkat lain seperti laptop. Caranya pergi ke Setting lalu klik WhatsApp Web/Desktop.

“Kalau ada yang aktif di WhatsApp Web dan tidak anda kenali, segera setop saja. tapi kalau yg terbaca aktif di laptop/computer anda ya boleh setop/boleh juga enggak,” tambahnya.

Kemudian tahap selanjutnya yakni mengaktifkan ‘Two Step Verification’ atau biasa disebut 2FA dengan klik ‘Setting-account-two step verification.’

“Nanti akan terlihat apakah 2FA sudah aktif atau belum. Kalau belum gimana? Ya tinggal diaktifkan. Akan ada PIN dan alamat email untuk recovery. Karena kadang kan kita lupa PIN,” imbuhnya.

Pada tahap tersebut, Ferdi menyarankan agar menghindari penggunaan PIN dengan angka 123456, 654321, 987654, 111111, 222222 dst, serta menggunakan email yang berbeda dengan yang biasa digunakan sehari-hari.

“Tapi jangan sampai lupa alamat & passwordnya ya. Yang jadi masalah, kalau emailnya juga bisa dihack. karena itu selain gunakan email berbeda (enggak harus baru sih, bisa juga cari yang bekas pake gitu). Terapkan juga 2FA di email. Untuk 2FA di email, upayakan pake aplikasi authenticator, cari aja di play/app store. Gratis,” jelas Febri.

Selanjutnya untuk tahap terakhir, adalah pemasangan ‘Touch ID’ atau PIN. Sehingga ketika gadget kita berpindah tangan, aplikasi pesan singkat yang telah diakuisisi Facebook tersebut tidak mudah dibaca orang lain.**(Feb)

Exit mobile version