Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, April 17, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Sarapan Sebelum Jam 8.30 Pagi Bisa Menurunkan Risiko Diabetes Tipe 2

Topcareer.id – Sarapan lebih pagi dikaitkan dengan resistensi insulin yang lebih rendah dan risiko diabetes tipe 2 yang lebih rendah, menurut sebuah penelitian yang akan dipresentasikan di ENDO 2021, sebuah konferensi virtual dari The Endocrine Society yang akan diadakan pada 20-23 Maret 2021.

Temuan ini adalah bagian dari studi tentang diet puasa, tetapi para peneliti menemukan sarapan lebih awal ada manfaatnya bahkan jika kamu tidak berpuasa diet.

“Kami menemukan orang yang mulai makan di pagi hari memiliki kadar gula darah yang lebih rendah dan resistensi insulin yang lebih rendah, terlepas dari apakah mereka membatasi asupan makanannya hingga kurang dari 10 jam sehari,” kata Dr. Marriam Ali, peneliti utama studi dari Northwestern. Universitas di Chicago dalam siaran pers.

Baca Juga: Pertanyaan Krusial yang Harus Diketahui Penderita Diabetes Terkait Covid-19

Puasa intermiten dapat memperburuk metabolisme, tetapi sarapan lebih pagi dapat membantu
Ali dan timnya menganalisis data dari 10.575 orang dewasa Amerika Serikat dari survei nasional tentang kesehatan dan nutrisi untuk melihat apakah mereka dapat menemukan pola antara waktu makan dan kadar gula darah dan insulin.

Mereka menemukan bahwa puasa intermiten dikaitkan dengan resistensi insulin yang lebih tinggi. Resistensi insulin merupakan faktor risiko untuk mengembangkan diabetes tipe 2. Temuan ini kontras dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan puasa dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan kontrol gula darah.

Namun, orang memiliki tingkat resistensi insulin yang lebih rendah jika mereka makan sarapan sebelum jam 8:30 pagi, terlepas dari apakah mereka berpuasa atau tidak. Sarapan lebih pagi juga memiliki lebih banyak manfaat metabolik secara keseluruhan.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan