Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, April 12, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Survei: Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Tertular Covid-19

Dok/The Sleep DoctorDok/The Sleep Doctor

Topcareer.id – Menurut sebuah studi baru, gangguan tidur, insomnia, dan kelelahan sehari-hari, semuanya terkait dengan risiko infeksi virus corona yang lebih tinggi, gejala Covid-19 yang lebih parah, dan periode pemulihan yang lebih lama pada petugas layanan kesehatan berisiko tinggi.

Studi observasi, yang diterbitkan dalam jurnal online BMJ Nutrition Prevention & Health, menemukan bahwa untuk setiap jam tidur ekstra, petugas kesehatan menurunkan kemungkinan mereka terinfeksi Covid-19 sebesar 12%.

“Studi ini menyoroti area kesejahteraan yang sering diabaikan, yakni kebutuhan akan kualitas tidur untuk mencegah kelelahan dan konsekuensinya,” kata Minha Rajput-Ray, Direktur Medis NNEdPro Global Center for Nutrition & Health, dalam sebuah pernyataan.

Seperti dikutip dari Forbes, studi terbaru ini mensurvei 3.000 petugas kesehatan dari Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, Inggris, dan AS, di mana 568 di antaranya tertular Covid-19.

Survei mengumpulkan data tentang gaya hidup responden, kesehatan, penggunaan obat resep dan suplemen makanan, ditambah informasi tentang jumlah tidur yang mereka dapatkan pada malam hari dan tidur siang selama tahun sebelumnya.

Baca juga: Sulit Tidur? Warna Cat Ini Mungkin Penyebabnya

Survei ini juga mengumpulkan data tentang masalah tidur apa pun. Mulai dari kelelahan dari pekerjaan, hingga paparan di tempat kerja terhadap infeksi Covid-19.

Studi tersebut menemukan bahwa sebagian besar petugas kesehatan garis depan rata-rata tidur kurang dari 7 jam setiap malam, tetapi setelah memperhitungkan faktor-faktor yang berpotensi berpengaruh, setiap jam ekstra tidur di malam hari dikaitkan dengan kemungkinan 12% lebih rendah terkena infeksi Covid-19.

Mereka juga mencatat bahwa dibandingkan dengan responden yang tidak memiliki masalah tidur, mereka yang memiliki tiga masalah, termasuk kesulitan tidur, tidak tidur, atau perlu menggunakan obat tidur lebih dari 3 kali dalam seminggu, memiliki peluang 88% lebih besar untuk terinfeksi Covid-19.

Selain itu, penelitian menemukan bahwa sekitar 1 dari 4 orang dengan Covid-19 melaporkan kesulitan tidur di malam hari dibandingkan dengan sekitar 1 dari 5 orang yang tidak terinfeksi.

Dan 1 dari 20 orang dengan Covid-19 mengatakan mereka memiliki tiga atau lebih masalah tidur dibandingkan dengan hanya 3% dari mereka yang tidak terinfeksi.

Para peneliti juga mencatat bahwa tidur siang tidak memiliki efek perlindungan apa pun terhadap Covid-19. Faktanya, satu jam ekstra yang didapat saat tidur siang dikaitkan dengan kemungkinan infeksi enam persen lebih tinggi, meskipun hubungan ini bervariasi di setiap negara.**(Feb)

the authorSherley Agnesia

Leave a Reply