Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, Mei 17, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Prof Wiku Ungkap Cara Tingkatkan Imun Tubuh Saat Berpuasa

Prof Wiku Adisasmito saat konferensi pers di Wisma Atlet, Minggu (15/11/2020) (Foto: Dok. Satgas Covid-19)

Topcareer.id – Saat ini masyarakat tengah khawatir mengenai penurunan imunitas ketika menjalankan ibadah puasa. Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, puasa justru dapat membantu peremajaan sistem imun.

“Sudah banyak studi yang menyatakan bahwa puasa yang setidaknya dilakukan selama 3 hari akan efektif membantu proses peremajaan sistem imun melalui produksi sel darah putih baru,” kata Wiku di Graha BNPB, Kamis (8/4/2021) .

Meski demikian, Wiku menegaskan hal ini akan efektif apabila dibarengi dengan menjaga asupan yang berkualitas seperti mengkonsumsi makanan tinggi karbohidrat sebagai sumber kalori, yang dapat berupa nasi, roti, dan lainnya.

Baca Juga: Pemerintah Tetap Jalankan Program Vaksinasi Covid-19 di Bulan Ramadhan

“Makanan lain yang bisa dimakan setiap hari seperti telur, ikan, atau daging harus dimakan dan menjadi sumber protein yang merupakan pembentuk imun dan jaringan tubuh lainnya. Sayur dan buah juga tetap harus dimakan dengan rutin untuk mendapatkan mikronutrien esensial,” tambahnya.

Selain itu, menurut Wiku penting untuk kita melakukan penguasaan diri dan membatasi makan makanan tinggi lemak seperti gorengan, gajih, dan lainnya, serta mengurangi konsumsi gula dari takjil dan makanan penutup ketika berpuasa.

Kemudian masyarakat juga diimbau untuk tetap berolahraga meski tengah menjalankan ibadah puasa. Sebab, olahraga dapat menjaga keseimbangan metabolisme tubuh dan dapat meningkatkan output cairan dari tubuh.

Baca Juga: Dapat Jadwal Vaksinasi Saat Puasa? Perhatikan Hal Ini

“Durasi olahraga juga dibatasi hingga kurang dari 2 jam untuk mengoptimalkan pembentukan dan fungsi sistem imun. Cairan yang diasup juga ditingkatkan 1,5-2x lipat dibandingkan biasa,” jelasnya.

Terakhir, Wiku mengatakan pembentukan imunitas juga dapat disempurnakan dengan pelaksanaan vaksinasi. Dimana sesuai arahan Kementerian Agama bahwa vaksinasi tetap akan dilakukan mengingat berdasarkan pertimbangan khusus bahwa injeksi intramuskular tidak membatalkan puasa.**(RW)

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan