TopCareerID

4 Ekspresi Wajah Saat Meeting Zoom yang Bisa Merusak Karier

Ekspresi wajah saat melakukan Zoom meeting.

Topcareer.id – Pernahkah kamu mendengar tentang “kelelahan Zoom” atau Zoom fatigue? Kadang-kadang, kita bahkan mungkin menahan untuk menguap, jika panggilan itu cukup membosankan. Ekspresi wajah ini adalah akibat dari kelelahan Zoom.

Tetapi, jika kamu tidak berhati-hati, hal itu dapat membahayakan kariermu. Berikut beberapa ekspresi wajah saat panggilan Zoom yang bisa merusak kariermu.

1. Wajah abai yang diperhatikan rekan kerja

Salah satu kesalahpahaman paling umum dari dunia panggilan Zoom adalah asumsi bahwa tidak ada yang memperhatikanmu. Mungkin ada banyak orang yang menelepon, yakin bahwa tidak ada yang akan memerhatikan jika kamu menguap atau terlihat abai dari rapat pagi yang biasa saja.

“Wajah itu seperti tombol di rel kereta api. Ini memengaruhi lintasan interaksi sosial seperti sakelar yang memengaruhi jalur kereta,” kata Dr. Alan Fridlund, profesor di University of California Santa Barbara, untuk Business Insider.

2. Kebosanan

Mungkin ekspresi wajah yang bisa dibilang paling merugikan – yang dapat kamu buat selama panggilan kerja adalah terlihat bosan. Memeriksa arloji, atau sekadar terlihat sedih adalah cara jitu untuk mengirim pesan bahwa kamu sudah kelelahan secara mental. Ini juga termasuk bahasa tubuh.

Saat kita tidak tertarik pada percakapan, kita mungkin cenderung membungkuk atau meletakkan tangan kita di bawah dagu.

Baca juga: Tips Sukses Wawancara Kerja Dengan Perekrut Robot

“Kamu menyampaikan pesan melalui postur dan posisimu apakah bersandar dengan nyaman, duduk dengan kaku di tepi tempat duduk, atau bersandar dengan mata tertutup,” kata The Balance Careers.

3. Kurangnya kontak mata

Ya, ini agak aneh dan sangat tidak wajar untuk melihat lensa dibandingkan dengan wajah seseorang, seperti yang biasanya dilakukan saat wawancara langsung. Kurangnya kontak mata, bahkan pada Zoom, dapat merugikan kariermu. Menghindari kontak mata dapat menimbulkan kesan tidak tertarik atau kurang percaya diri.

Kontak mata menciptakan hubungan antara dirimu dan lawan bicara. “Menjaga kontak mata selama percakapan memberi kesan bahwa kamu ramah dan memperhatikan orang lain.

4. Menguap, tertawa & tindakan tidak pantas lainnya

Menguap saat panggilan kantor tidak pernah bisa diterima. Ini adalah pengetahuan umum, tetapi beberapa orang mungkin mencoba menguap sebentar, mengira itu akan luput dari perhatian. Kemungkinannya adalah seseorang akan menyadarinya.

Tertawa juga merupakan sesuatu yang perlu kamu hindari, kecuali seseorang dengan sengaja menceritakan lelucon dan hal itu dapat diterima. Ini menunjukkan kurangnya perhatian, serta rasa tidak hormat kepada orang yang berbicara.**(Feb)

Exit mobile version