TopCareerID

Kasus Covid-19 di India terus Melesat, WHO beri Bantuan Tambahan

Foto Ilustrasi

Topcareer.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pihaknya meningkatkan upaya untuk membantu India untuk mengatasi lonjakan besar kasus virus korona.

Bantuan ini termasuk mengirimkan pasokan oksigen dan stok medis penting lainnya.

Korban tewas di India saat ini telah melampaui 200.000, dan beberapa rumah sakit menolak pasien karena tidak memiliki persediaan oksigen dan tempat tidur.

Juru bicara WHO Tarik Jasarevic mengatakan krisis semakin parah karena banyaknya orang berkumpul, varian lebih menular, dan tingkat vaksinasi rendah.

“Kami bekerja dengan pemerintah untuk membawa pasokan penting seperti oksigen dan meringankan situasi langsung di sana,” kata Jasarevic.

WHO menyediakan 4.000 konsentrator oksigen yang hanya membutuhkan sumber energi. Rumah sakit lapangan bergerak dan persediaan laboratorium akan tersedia untuk pengujian.

Jasarevic mengimbau orang untuk tidak menimbun persediaan penting. Distribusi masker berkualitas tinggi yang lebih luas juga merupakan kunci untuk mengontrol transmisi.

Baca juga: Varian Baru Covid-19 Dari India Sudah Masuk Ke Indonesia

WHO telah mengerahkan lebih dari 2.600 ahli yang telah bekerja di negara itu untuk program kesehatan lainnya dalam menghadapi pandemi.

Penularan Covid-19 diketahui semakin buruk akibat beberapa orang yang pergi ke rumah sakit ketika perawatan di rumah sudah cukup, kata Jasarevic.

“Kurang dari 15% orang yang terinfeksi COVID-19 sebenarnya membutuhkan perawatan di rumah sakit dan bahkan lebih sedikit yang membutuhkan oksigen,” ujarnya.

Pusat tingkat komunitas harus menyaring dan melakukan triase pasien dan memberikan nasihat tentang perawatan di rumah yang aman, katanya menambahkan.

Studi berlanjut ke varian virus B.1.617 dengan dua mutasi dan mengutip beberapa bukti bahwa virus tersebut lebih menular.

“Sejauh mana perubahan virus ini bertanggung jawab atas peningkatan pesat kasus di negara itu masih belum jelas, karena ada faktor lain seperti pertemuan besar baru-baru ini yang mungkin telah berkontribusi pada peningkatan itu,” Jasarevic menjelaskan.

323.144 kasus baru di India selama 24 jam terakhir berada di bawah puncak dunia 352.991 pada Senin (26/4), sementara angka kematian melonjak lebih dari 200.000.**(Feb)

Exit mobile version