TopCareerID

Kisah Marie Curie, Wanita Brilian Penemu Unsur Radioaktif

Topcareer.id – Marie Curie, yang dikenal sebagai ‘ibu fisika modern’, pada 4 Juli 1934 meninggal di usia 66 tahun karena anemia aplastik, suatu kondisi langka yang terkait dengan paparan tingkat tinggi pada penemuannya yang terkenal yakni unsur radioaktif polonium dan radium.

Curie, wanita pertama dan satu-satunya yang memenangkan Hadiah Nobel di dua bidang berbeda (fisika dan kimia), melanjutkan penelitian fisikawan Prancis Henri Becquerel, yang pada tahun 1896 menemukan bahwa unsur uranium bisa memancarkan sinar.

Bersama suami fisikawan Prancisnya, Pierre Curie, pasangan ilmuwan yang brilian menemukan unsur radioaktif baru pada tahun 1898. Keduanya menamai unsur polonium, diambil dari nama Polandia, negara asal Marie.

Baca Juga: Mengenal Sosok “Kartini” di Balik Kesiapan Puluhan Ribu Armada Bluebird

Namun, setelah lebih dari 100 tahun, banyak barang pribadi Curie termasuk pakaian, furnitur, buku masak, dan catatan laboratoriumnya masih mengandung zat radioaktif.

Dianggap sebagai harta nasional dan ilmiah, buku catatan laboratorium Curie disimpan dalam kotak berlapis timah di Bibliotheque National Prancis di Paris.

Sementara perpustakaan memberikan akses kepada pengunjung untuk melihat manuskrip Curie, semua tamu yang ingin melihatnya diharuskan untuk menandatangani pembebasan tanggung jawab efek samping dan memakai alat pelindung karena barang-barang tersebut terkontaminasi radium 226, yang memiliki waktu aktif sekitar 1.600 tahun, menurut Christian Science Monitor.

Tubuh Marie Curie juga bersifat radioaktif dan oleh karena itu jenazahnya ditempatkan di peti mati yang dilapisi timah setebal hampir satu inci.

Marie Curie dimakamkan di Panthéon Prancis, sebuah mausoleum di Paris yang berisi peninggalan warga Prancis terkemuka seperti filsuf Rousseau dan Voltaire.**(RW)

Exit mobile version