Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, Mei 17, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Israel Bebas Masker, Bagaimana Caranya?

Sumber foto: The Times of Israel

Topcareer.id – Untuk pertama kalinya dalam lebih dari setahun, orang Israel dapat keluar dari rumah mereka dengan aman tanpa masker.

Lebih dari separuh populasinya telah menerima vaksinasi sepenuhnya dan menjadi negara dengan kampanye imunisasi tercepat serta paling sukses di dunia.

Mengingat angka morbiditas yang terus menurun di seluruh negeri, Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan, Profesor Hezi Levy, mengamandemen Perintah Kesehatan Masyarakat.

Perintah tersebut menyatakan tidak ada kewajiban memakai masker bagi warga Israel di tempat terbuka sejak 18 April 2021.

Menurut situs web ourworldindata.org, 61,89 persen populasi Israel telah menerima, setidaknya, satu dosis vaksin COVID-19.

Angka itu merupakan pencapaian luar biasa bagi negara yang memiliki tingkat infeksi COVID-19 per kapita tertinggi di dunia.

Jadi bagaimana negara Israel mengelola hal ini?

Israel memulai program vaksinasi pada 19 Desember 2020, kurang dari dua minggu setelah dosis pertama vaksin Pfizer tiba di sana.

Selama paruh kedua tahun 2020, Israel menonjol karena kecepatannya dalam menandatangani perjanjian pembelian dengan produsen vaksin seperti Pfizer dan Moderna.

Israel sangat memastikan bahwa ketersediaan vaksin tidak akan menjadi masalah.

Baca juga: Tercepat Di Dunia, Israel Klaim 1 Juta Warganya Telah Divaksin Covid-19

Geografi Israel juga mendukung penyimpanan dan pengiriman vaksin jauh lebih mudah daripada di negara lain.

Kebijakan vaksinasi fleksibel Israel memungkinkan anggota keluarga dari individu dengan prioritas tinggi mendapatkan vaksinasi secara bersamaan.

Fakta bahwa Kementerian Kesehatan Israel juga berfungsi sebagai otoritas utama dalam pembuatan kebijakan perawatan kesehatan juga penting.

Kementerian memastikan bahwa berbagai penyedia layanan kesehatan memiliki instruksi jelas mengenai kelompok mana yang menjadi tanggung jawab mereka untuk vaksinasi.

Israel juga dengan cepat memperkenalkan sesuatu yang dikenal sebagai ‘paspor hijau.’

Ini adalah sebuah aplikasi yang bertindak sebagai sertifikasi bahwa seseorang telah menerima vaksin atau memiliki kekebalan dan pulih dari COVID-19.

Pemegang paspor hijau diizinkan mengunjungi gym dan kolam renang, serta menghadiri acara budaya, pernikahan, dan sidang lainnya.

Tetapi pemerintah Israel secara eksplisit menyatakan bahwa mereka yang melakukannya tanpa paspor hijau akan mendapat hukuman yang berat.

Keberhasilan program vaksinasi mendorong Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berkata, “Kami memimpin dunia saat ini dalam hal keluar dari virus corona.”

“Tapi kami masih belum selesai dengan virus corona. Karena itu masih bisa kembali,” dia memperingatkan.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan