TopCareerID

Mau Memulai Usaha Sampingan? Perhatikan 5 Hal Ini

Ilustrasi kerja. Dok/The Balance Careers

Topcareer.id – Banyaknya tuntutan keuangan di masa sekarang telah memaksa orang untuk putar otak memiliki pekerjaan atau usaha sampingan.

Hasil dari gaji pokok saja kerap kali tidak cukup untuk menutupi biaya hidup yang tinggi di zaman yang semakin maju dan sibuk ini.

Usaha sampingan cukup terlihat mejanjikan dalam hal finansial, namun perlu memiliki semangat kewirausahaan yang tinggi untuk menjalaninya.

Hidup dengan dua pekerjaan itu merupakan komitmen besar dan harus ada pendekatan serius, terutama jika kamu berharap mentransisikan proyek sampingan menjadi bisnis penuh waktu.

Sebelum mengambil risiko pekerjaan sampingan, tanyakan pada diri sendiri lima pertanyaan ini.

1) Apakah kamu punya cukup waktu?
Pekerjaan sampingan jauh melampaui memiliki pekerjaan lain. Bergantung pada sifat kesibukan sampingan kamu.

Kamu dapat menemukan diri kamu bekerja ekstra 15 hingga 20 jam seminggu atau bahkan lebih.

Jujurlah pada diri sendiri tentang berapa banyak jam tambahan yang dapat kamu sediakan untuk kesibukan sampingan.

Coba hitung berapa banyak waktu yang kamu butuhkan di pekerjaan penuh waktu, dengan keluarga dan ekstrakurikuler apa pun.

Ini akan memberi kamu tolok ukur yang baik untuk memahami berapa banyak waktu luang yang dapat kamu berikan untuk diri sendiri dan mitra bisnis.

Berhati-hatilah dengan waktu ini. Bukan seberapa banyak waktu yang kamu miliki, tetapi seberapa baik kamu menggunakannya.

2) Apakah kamu mampu untuk memulai bisnis?
Memiliki pekerjaan memberi kamu kemampuan untuk membangun bisnis sambil memiliki sumber pendapatan tetap.

Kamu memiliki peluang luar biasa untuk mengambil risiko, berputar, dan mencari tahu bisnis kamu sebelum membuat lompatan.

Pahami berapa banyak uang yang kamu perlukan untuk memulai bisnis dan kemudian melihat pendapatan yang dapat dibelanjakan untuk melihat berapa banyak uang yang dapat kamu investasikan dalam bisnis.

Baca juga: KemenkopUKM Targetkan 2,5 Juta Usaha Mikro Naik Kelas

3) Apakah siap untuk gagal?
Kabar baiknya adalah memiliki kesibukan sampingan dapat membuat kamu siap untuk sukses.

Kegagalan adalah kemungkinan untuk setiap startup, dan kamu perlu bertanya pada diri sendiri apakah kamu bisa menangani hal itu jika terjadi.

Jika kamu tidak sanggup, usaha sampingan mungkin tidak cocok untuk kamu.

4) Apa tingkat komitmen kamu?
Tanpa gairah, hampir tidak mungkin untuk tetap berkomitmen pada pekerjaan apa pun, apalagi ketabahan dan kesibukan pekerjaan sampingan.

Sering kali kamu pulang dari hari kerja yang melelahkan dan kemudian harus menemukan energi untuk memulai pekerjaan kedua.

Untuk melewati masa-masa sulit ini, kamu harus benar-benar menginginkannya. Saat lelah, ingatlah tujuan jangka panjang dan visi.

Juga, luangkan waktu kamu untuk menemukan tujuan atau masalah yang tepat untuk dipecahkan yang membuatmu bersemangat.

5) Apa rencana kamu untuk beralih ke full-time?
Cara termudah untuk membangun pekerjaan sampingan menjadi pekerjaan penuh waktu adalah menghasilkan pendapatan yang cukup untuk menghidupi diri sendiri.

Dengan mengerjakan bisnis paruh waktu, kamu dapat membuat MVP, produk minimal yang layak, mengujinya pada pelanggan, dan bahkan mungkin menghasilkan pendapatan sebelum menawarkannya kepada investor.

Penting untuk menimbang prioritas dan minat sebelum memulai pekerjaan sampingan. Ini bisa sangat melelahkan tetapi sepadan dengan pengorbanannya.**(Feb)

Exit mobile version