Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Juni 16, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

6 Cara Mudah untuk Berhenti Overthinking

Overthinking. Dok/Pinkvilla

Topcareer.id – Setiap orang kadang-kadang terlalu memikirkan situasi, beberapa orang terganggu dengan overthinking yang konstan sepanjang waktu.

Orang overthinking yang kronis akan selalu membayangkan hasil bencana sepanjang hari, setiap waktu.

Terlalu overthinking tentang sesuatu sering kali melibatkan lebih dari sekadar kata-kata dan memunculkan gambaran yang membawa malapetaka.

Pikiran mereka menyerupai film di mana mereka memutar ulang peristiwa menyedihkan berulang kali.

Terlalu sering overthinking bisa menghalangi kamu dalam menyelesaikan sesuatu. Dan, itu mendatangkan malapetaka pada suasana hati kamu.

Tapi, dengan latihan yang konsisten, kamu bisa melatih otak untuk berpikir secara berbeda. Berikut ini enam cara untuk berhenti terlalu overthinking:

1) Perhatikan saat kamu terjebak
Terlalu banyak berpikir bisa menjadi kebiasaan yang bahkan tidak kamu sadari saat melakukannya.

Mulailah memperhatikan cara kamu berpikir sehingga kamu dapat menyadari masalahnya.

Saat kamu mengulang peristiwa dalam pikiran berulang kali, akui bahwa ini tidak produktif. Berpikir hanya membantu ketika mengarah pada tindakan positif.

2) Tetap fokus pada pemecahan masalah

Memikirkan masalah tidak membantu, tetapi mencari solusi akan membantu.

Jika itu adalah sesuatu yang kamu kendalikan, pertimbangkan bagaimana kamu dapat mencegah masalah.

Apabila itu adalah sesuatu yang tidak dapat kamu kendalikan—seperti bencana alam—pikirkan tentang strategi yang dapat kamu gunakan untuk mengatasinya.

Fokuslah pada hal-hal yang dapat kamu kendalikan, seperti sikap dan usaha kamu.

3) Tantang pikiran kamu
Pikiran sangat mudah terbawa ke arah negatif. Jadi, sebelum kamu menyimpulkan, akui bahwa pikiran kamu mungkin terlalu negatif.

Ingatlah bahwa emosi kamu akan mengganggu kemampuan untuk melihat situasi secara objektif.

Mundurlah selangkah dan lihat buktinya. Apa bukti yang menunjukkan pikiranmu benar? Dan apa bukti yang menunjukkan bahwa pikiran kamu tidak benar?

Baca juga: Dampak Buruk Overthinking bagi Kesehatan

4) Jadwalkan waktu refleksi
Memikirkan masalah untuk jangka waktu yang lama itu tidak produktif, tetapi refleksi singkat dapat membantu.

Memikirkan bagaimana kamu dapat melakukan sesuatu secara berbeda atau mengenali potensi jebakan pada rencana dapat membantu kamu berkinerja lebih baik.

Masukkan 20 menit “waktu berpikir” ke dalam jadwal harian kamu. Selama periode waktu itu, biarkan dirimu khawatir, merenung, atau memikirkan apa pun.

Ketika waktu habis, lanjutkan ke hal lain yang lebih berguna dan produktif.

5) Pelajari keterampilan perhatian
Tidak mungkin untuk mengulang hari kemarin atau mengkhawatirkan hari esok ketika kamu hidup di masa sekarang.

Perhatian penuh akan membantu kamu menjadi lebih sadar di sini dan saat ini.

Sama seperti keterampilan lainnya, perhatian membutuhkan latihan, tetapi seiring waktu, itu dapat mengurangi pemikiran berlebihan.

6) Ganti saluran
Mengatakan pada diri sendiri untuk berhenti memikirkan sesuatu akan menjadi bumerang.

Semakin kamu mencoba untuk mencegah pikiran memasuki otak, semakin besar kemungkinan untuk terus bermunculan.

Ubah saluran di otak kamu dengan mengubah aktivitas. Berolahraga, terlibat dalam percakapan tentang topik yang sama sekali berbeda, atau mengerjakan proyek yang mengalihkan perhatian.

Melakukan sesuatu yang berbeda akan mengakhiri rentetan pikiran negatif.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan