Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Juli 5, 2022
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Studi Baru: Makanan Aneh Ini Bisa Tingkatkan Daya Ingat

Ada cara unik biar otak makin cerdasIlustrasi. (dok. Technology Network)

Topcareer.id – Banyak orang dewasa yang agak tua berjuang dengan kehilangan ingatan dan penurunan kognitif. Meskipun ada banyak penyebab masalah ini, sebagian besar terkait dengan usia.

Sebuah penelitian baru di Korea Selatan menunjukkan bahwa ekstrak bungkil wijen mungkin merupakan makanan yang dapat meningkatkan daya ingat secara drastis.

Apa itu ekstrak bungkil wijen?

Ekstrak bungkil wijen diperoleh dengan memanggang biji wijen dan kemudian menekannya. Proses ini menghilangkan minyak dari biji wijen. Oil cakes, yang merupakan sekam biji wijen yang diratakan, dibiarkan sebagai produk sampingan.

Salah satu elemen yang paling bermanfaat dalam biji wijen adalah lignan fenolik, yang menunjukkan sifat antioksidan. Mereka dapat membantu menurunkan kolesterol dan membersihkan organ hati. Selain itu, penelitian sebelumnya telah menggunakan ekstrak bungkil wijen pada tikus dan menemukan hal itu telah membantu mencegah penurunan kognitif.

Studi efek bungkil wijen pada manusia

Karena penelitian sebelumnya hanya melibatkan hewan, penelitian terbaru ini, yang diterbitkan dalam jurnal Polymers pada Juli 2021, harus menemukan apakah hasil serupa akan terlihat pada manusia.

Untuk tes ini, 70 peserta dengan usia rata-rata 69,9 tahun, dibagi menjadi dua kelompok, yang satu tidak menerima ekstrak bungkil wijen, sedangkan kelompok lainnya mengonsumsi 1,5 gram bungkil wijen tiga kali sehari.

Setelah 12 minggu, para peneliti menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi bungkil wijen meningkatkan daya ingat mereka, tidak seperti mereka yang berada dalam kelompok kontrol.

Selain itu, tidak ada reaksi yang merugikan, dan peserta yang diberi ekstrak mencatat penurunan yang signifikan dalam tingkat amiloid-beta mereka, biomarker yang terkait dengan penyakit Alzheimer.**(Feb)

Tinggalkan Balasan