TopCareerID

Diduga Mengandung Partikel Logam, Pemakaian Vaksin Moderna Ditangguhkan di Jepang

Moderna. Sumber foto: getty images

Topcareer.id – Kontaminan yang ditemukan dalam batch vaksin COVID-19 Moderna Inc yang dikirim ke Jepang diyakini sebagai partikel logam.

Laporan ini datang dari lembaga penyiaran publik Jepang NHK, mengutip sumber di kementerian kesehatan Jepang.

Jepang pada hari Kamis (26/8) telah menangguhkan penggunaan 1,63 juta dosis vaksin Moderna yang dikirim ke 863 pusat vaksinasi nasional.

Hal ini terjadi lebih dari seminggu setelah distributor domestik, Takeda Pharmaceutical menerima laporan kontaminan di beberapa botol.

NHK mengutip sumber kementerian yang mengatakan partikel itu bereaksi terhadap magnet dan karena itu diduga sebagai logam.

Namun, Moderna menggambarkannya sebagai “bahan partikulat” yang tidak menimbulkan masalah keamanan atau kemanjuran.

Seorang pejabat kementerian kesehatan mengatakan komposisi kontaminan belum dikonfirmasi. Takeda tidak segera menanggapi permintaan komentar dari media.

Berita tentang kontaminan dapat memberikan kemunduran baru bagi upaya inokulasi Jepang yang tengah berjuang untuk membujuk banyak orang untuk divaksinasi.

Baca juga: Studi: Vaksin Moderna Mungkin yang Terbaik untuk Melawan Varian Delta

Pejabat kementerian kesehatan mengatakan perlu “beberapa waktu” untuk mengkonfirmasi berapa banyak suntikan dari kelompok yang terkontaminasi telah diberikan di Jepang.

Sekitar 54% populasi Jepang telah menerima setidaknya satu dosis.

Taro Kono, menteri yang bertanggung jawab atas program vaksinasi, mengatakan dia tidak mengharapkan masalah kontaminasi berdampak pada tujuan pemerintah untuk sepenuhnya menginokulasi populasi orang dewasa pada bulan November tahun ini.**(Feb)

Exit mobile version