Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Juli 2, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Satgas Tegaskan Praktik Mixing Vaccine Hanya untuk Tenaga Kesehatan

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito beberkan kunci silaturahmi dan mudik aman selama pandemi.Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito. (dok. Satgas Covid-19)

Topcareer.id – Sejauh ini ada yang sudah lolos uji terhadap beberapa kombinasi jenis vaksin untuk 1 orang penerima atau praktik mixing vaccine. Praktik mixing vaccine di Indonesia sejauh ini Kementerian Kesehatan hanya menetapkan peruntukannya sebagai booster dosis ketiga bagi tenaga kesehatan.

“Hal ini mengingat jenis vaksin Sinovac yang diterima oleh tenaga kesehatan pada dua dosis pertama saat ini juga dialokasikan untuk populasi khusus misalnya untuk anak, ibu hamil, maupun menyusui,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam Keterangan Persnya, Kamis (26/8/2021).

Untuk beberapa jenis vaksin yang sudah lolos uji, di antaranya percampuran antara AstraZeneca dan Pfizer di Jerman, AstraZeneca dan Sputnik di Azerbaijan, Sinovac dan AstraZeneca di Thailand, dan Sinovac dan Moderna di Indonesia.

“Jenis vaksin yang dapat dikombinasikan ini dapat dinamis seiring berkembang uji lanjutan lainnya,” tambah Wiku.

Mengenai penjelasan vaksin sendiri, adalah substansi yang dibuat sedemikian rupa dari organisme yang sangat kecil penyebab penyakit atau agen yang mengandung racun atau protein tertentu. Tujuannya memberikan perlindungan terhadap tubuh dari penyakit tertentu.

Secara sederhana dari berbagai jenis vaksin Covid-19 yang dikembangkan, pada kategorinya, proses pengembangannya berdasarkan bahan baku yang digunakan.

Baca juga: Ini Vaksin Ke-7 Yang Dapat Izin BPOM

Pertama, vaksin yang menggunakan seluruh bagian virus. Vaksin ini menggunakan seluruh bagian dari virus yang dapat dikategorikan menjadi vaksin inaktif dengan virus yang telah dimatikan oleh senyawa kimia, pemanasan, atau radiasi; vaksin dari virus hidup yang dilemahkan, dan vektor virus yang menggunakan virus yang tidak menyebabkan penyakit untuk mengirimkan protein khusus untuk menimbulkan respon kekebalan.

Kedua, vaksin yang menggunakan bagian tertentu dari virus (subunit). Umumnya bagian spesifik yang digunakan untuk pengembangan jenis vaksin ini ialah senyawa protein dari virus.

Ketiga, vaksin yang menggunakan bagian genetik virus yaitu asam nukleat berupa DNA atau RNA. Komponen ini berfungsi sebagai cetak biru untuk menghasilkan protein yang menimbulkan respon imunitas khusus.

Di Indonesia sejauh ini telah terdapat 5 jenis vaksin yang telah mendapat EUL sekaligus EUA untuk digunakan di Indonesia yaitu Sinovac dan Sinopharm yang tergolong vaksin inaktif, AstraZeneca yang tergolong vaksin vektor virus, serta Moderna dan Pfizer yang tergolong vaksin dengan memanfaatkan teknologi genetik.

Tinggalkan Balasan