Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Juli 7, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Australia Jalani Perjanjian Pertukaran Vaksin COVID-19 dengan Singapura

Pfizer

Topcareer.id – Australia akan menerima 500.000 dosis vaksin COVID-19 Pfizer dari Singapura dalam minggu ini, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan pada hari Selasa (31/8), setelah Canberra menyetujui kesepakatan pertukaran dalam upaya untuk mengurangi lonjakan infeksi virus corona.

Perjanjian tersebut akan membuat Australia mengembalikan jumlah dosis vaksin Pfizer yang sama ke Singapura pada bulan Desember.

Pertukaran ini akan memungkinkan Canberra mempercepat program vaksinasinya karena kasus harian mendekati tingkat rekor di sana.

“Itu berarti akan ada 500.000 dosis tambahan yang akan terjadi pada bulan September yang seharusnya masih harus menunggu beberapa bulan dari sekarang, ini tentu bisa mempercepat program vaksinasi kami di saat kritis ini saat kami berjalan menuju target 70% dan 80% vaksinasi,” kata Morrison kepada wartawan.

Sementara Australia berhasil menahan virus corona dengan sistem lockdown dan karantina yang ketat, peluncuran vaksinasi yang lambat telah membuat negara itu rentan terhadap varian Delta.

Dengan hanya di bawah 28% populasi Australia yang divaksinasi penuh, dibandingkan dengan 80% di Singapura, beberapa negara bagian dan teritori harus menerapkan lockdown ketat ketika kasus melonjak.

Peraturan pembatasan dan lockdown yang ketat tersebut terus memukul bisnis dan ekonomi domestik.

Ibu kota Canberra pada hari Selasa (31/8) memperpanjang lockdown ketatnya selama dua minggu lagi.

Baca juga: Australia Berencana Buka Pembatasan di Tengah Gelombang Delta

“Kami membengkokkan kurva ke bawah dan mengatasi wabah. Namun, ini adalah proses yang lambat dan akan membutuhkan lebih banyak waktu,” kata Kepala Menteri Wilayah Ibu Kota Australia Andrew Barr di Canberra.

Australia telah mencatat hampir 54.000 kasus COVID-19 dan 1.006 kematian sejak awal pandemi.

Angka ini masih lebih rendah dari beban kasus dan jumlah kematian di sebagian besar negara yang sebanding.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan