TopCareerID

Capai Target! 70% Orang Dewasa di Uni Eropa sudah Divaksinasi

Cakupan vaksinasi Covid-19 di RI capai 27 juta dosis.

Vaksin. Sumber foto: wsj.com

Topcareer.id – Komisi Eropa mengatakan pada hari Selasa (31/8) bahwa 70% dari populasi orang dewasa di Uni Eropa (UE) telah sepenuhnya divaksinasi terhadap COVID-19, ini telah mencapai target yang ditetapkan pada awal tahun.

Pengumuman tersebut menandai tonggak sejarah dalam strategi vaksinasi UE setelah awal yang lambat.

“70% orang dewasa di UE telah divaksinasi sepenuhnya. Saya ingin berterima kasih kepada banyak orang yang membuat pencapaian besar ini menjadi mungkin,” kata Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di Twitter.

Pada bulan Januari, Komisi mengatakan bahwa “pada musim panas 2021, negara-negara anggota harus memvaksinasi minimal 70% dari populasi orang dewasa.”

Ini ditafsirkan sebagai makna bahwa masing-masing dari 27 negara anggota UE harus mencapai target itu pada bulan September.

Awalnya banyak yang takut bahwa target ini akan sulit tercapai. Sekarang blok tersebut secara kumulatif telah memvaksinasi 70% populasi orang dewasanya.

Ini berarti bahwa setidaknya 255 juta orang di UE telah menerima dua dosis Pfizer/BionTech, AstraZeneca, Moderna, dan vaksin dosis tunggal Johnson & Johnson.

Situasinya sangat berbeda antar negara. Malta telah sepenuhnya memvaksinasi lebih dari 90% populasi orang dewasanya, menurut data dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) menunjukkan.

Irlandia dan Portugal juga telah mengimunisasi lebih dari 80% populasi orang dewasa mereka, dan Prancis di atas 70%, menurut angka ECDC.

Baca juga: Uni Eropa Teliti Efek Samping Terbaru dari Vaksin-vaksin ini

Berbeda dengan di timur Eropa, Bulgaria baru memvaksinasi sepenuhnya seperlima dari populasi orang dewasa, dan Rumania sekitar 30% orang dewasa.

Kroasia, Latvia, Slovenia dan Slovakia baru mengimunisasi sekitar setengah dari mereka yang berusia di atas 18 tahun.

“Kita harus melangkah lebih jauh! Kita membutuhkan lebih banyak orang Eropa untuk divaksinasi. Dan kita juga perlu membantu seluruh dunia untuk memvaksinasi,” kata von der Leyen dalam tweetnya.**(Feb)

Exit mobile version