TopCareerID

Satgas: Penyelenggaraan Kegiatan Berskala Besar Harus Perhatikan Hal Ini

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito beberkan kunci silaturahmi dan mudik aman selama pandemi.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito. (dok. Satgas Covid-19)

Topcareer.id – Pemerintah memang sudah mengizinkan aktivitas sosial-ekonomi dibuka secara bertahap, ke depan juga termasuk pembukaan kegiatan berskala besar. Namun, Satgas Penanganan Covid-19 mengingatkan ada sejumlah pertimbangan sebelum melaksanakan kegiatan skala besar.

“Kembali kami tegaskan bahwa pemerintah baru akan memberikan izin pembukaan sektor jika kondisi kasus di sekitar daerah penyelenggaraan acara terkendali,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam agenda Keterangan Pers, Selasa (28/9/2021).

Selain itu, tambah Wiku, harus ada komitmen penyelenggara serta kesiapan yang matang sebelum kegiatan beroperasi kembali. Termasuk telah terbentuknya panitia khusus atau Satgas yang berdedikasi khusus mengawasi kepatuhan protokol kesehatan selama kegiatan berlangsung.

Sebagai bentuk kehati-hatian, rincian pengaturan tiap-tiap jenis kegiatan sudah ditetapkan di Instruksi Menteri Dalam Negeri (InMendagri) No. 43 untuk Wilayah Jawa – Bali dan No 44 tahun 2021 untuk wilayah non Jawa – Bali.

Baca juga: Satgas: Penyelenggaraan Kegiatan Berskala Besar Harus Perhatikan Hal Ini

Di dalamnya telah diatur pengaturan kapasitas tata kelola kegiatan maupun tambahan pengaturan lainnya yang dapat dipedomani sesuai level daerah per kabupaten/kota.

Pemerintah daerah setempat diharapkan dapat memanfaatkan waktu evaluasi PPKM per 2 mingguan, untuk melakukan sosialisasi semasif mungkin agar masyarakat dapat mengetahui betul perkembangan kebijakan yang sedang berlaku.

Untuk itu, pada prinsipnya apa yang dilakukan oleh pemerintah saat ini ialah berusaha mewadahi masyarakat agar tetap produktif namun tetap aman COVID-19. Pembukaan sektor sosial masyarakat secara bertahap bukanlah hal yang patut dikawatirkan secara berlebihan.

“Asalkan seluruh elemen berkomitmen menjalankan protokol kesehatan secara kolektif. Sudah saatnya kita kembali bergerak maju memulihkan produktivitas masyarakat setelah cukup baik mengendalikan kasus,” pungkas Wiku.

Exit mobile version