Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Juni 30, 2022
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

8 Pelajaran Hidup dari Serial Squid Game (Bagian 2)

Topcareer.id – Sudah nonton drama korea terbaru Squid Game? Ini adalah serial Korea pertama yang menempati peringkat 1 di Netflix.

Squid game menceritakan kisah sekelompok orang putus asa yang hidup terlilit hutang yang tak bisa dilunasi.

Mereka diberi kesempatan memperebutkan hadiah 45,6 miliar won atau sekitar Rp 550 miliar dengan mengikuti enam permainan klasik anak-anak Korea.

Namun, itu bukan sekedar permainan anak-anak biasa, karena mereka berisiko kehilangan nyawa jika gagal.

Selain adegan-adegan yang intens dan menakjubkan, serial yang kini menjadi topik populer ini juga mengajarkan banyak pelajaran hidup.

Berikut ini 8 pelajaran hidup dari serial squid game untuk direnungkan dalam dunia nyata.

Lanjutan dari bagian pertama artikel:

5) Pengkhianat bisa jadi dari orang yang paling kamu percayai
Squid game memangsa keputusasaan orang, tidak mengejutkan bahwa pengkhianatan akan terjadi. Sepanjang permainan, kamu bisa melihat pola perilaku Sang-woo.

Meskipun Gi-hun lebih tua darinya, dia selalu menghormati Sang-woo sebagai teman masa kecilnya dan sebagai seseorang yang membuat lingkungan mereka bangga karena Sang-woo lulus dari universitas besar.

Dia senang bekerja dengannya sehingga mereka dapat saling membantu selama pertandingan untuk sama-sama bertahan hidup.

Namun, Sang-woo justru punya rencana lain dan mengkhianati GI-hun dan pindah ke teman barunya, Ali.

Tetapi, demi memenangkan pertandingan Sang-woo juga mengkhianati Ali sehingga ia bisa lolos ke babak berikutnya dengan mengorbankan teman barunya.

6) Kebaikan terkadang datang dari orang yang tidak kamu harapkan
Permainan Lampu Merah-Lampu Hijau dalam serial Squid Game semua pemain harus mendadak menghentikan semua pergerakannya ketika boneka robot pemusnah memberi tanda lampu merah.

Para pemain banyak yang tidak waspada dengan apa yang terjadi ketika harus mendadak berhenti terdiam.

Jika bukan karena uluran tangan kuat Ali yang menahan Gi-hun agar tidak terjatuh, ia dan tidak akan bisa melewati permainan Lampu Merah-lampu Hijau.

Sementara itu, Gi-hun belum pernah kenal dengan Ali yang tiba-tiba menolongnya.

Baca juga: 10 Pelajaran Karier yang Banyak Orang Terlambat Menyadarinya (Bagian 2)

7) Kebaikanmu untuk orang lain pasti akan kembali kepadamu juga
Kamu tidak pernah benar-benar tahu dampak sedikit kebaikan pada seseorang.

Kata-kata dan tindakan kamu terhadap orang lain mungkin hanya harapan dan kebaikan yang mereka butuhkan.

Kamu bisa melihat ini dari cara Gi-hun memperlakukan lelaki tua bernama Il-nam.

Kebaikan Gi-hun juga meluas ke Sae-byeok yang awalnya tidak terlalu dia sukai. Terlepas dari gelapnya cerita Squid Game, serial itu mengajarkan kamu untuk bersikap baik kepada orang-orang terlepas dari berapa lama kamu mengenal mereka.

8) Uang mungkin penting, tapi tidak selalu menjamin kebahagiaan
Uang adalah motivator terbesar untuk semua 456 pemain dalam Squid Game, terbukti semua pemain masih kembali lagi setelah dipulangkan meskipun mengetahui risiko yang akan dihadapi.

Namun pada akhirnya, semua pemain menyadari bahwa uang tidak selalu menjamin kehidupan yang bahagia.

Hal ini bisa diambil dari kisah hidup karakter bernama Il-nam yang berusaha keras untuk membuat permainan Squid Game yang mempertaruhkan nyawa ini.

Kekayaannya yang melimpah tidak cukup untuk membeli kepuasan di tahun-tahun terakhir hidupnya, ia sangat ingin menghidupkan kembali kesenangan sederhana dari masa kecilnya.

Kemudian dengan melihat Gi-hun, yang menjadi pemenang Squid Game, akhirnya ia merasa semua uang miliaran yang ia dapatkan tidak bisa menebus trauma dan kehilangan yang dia alami.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan