Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Juli 6, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Swedia dan Denmark Hentikan Penggunaan Vaksin Moderna

Vaksin moderna. Dok/CDC

Topcareer.id – Swedia dan Denmark mengatakan pada hari Rabu (6/10) bahwa mereka menghentikan penggunaan vaksin COVID-19 Moderna untuk kelompok usia yang lebih muda setelah adanya laporan kemungkinan efek samping kardiovaskular yang langka.

Badan kesehatan Swedia mengatakan akan berhenti menggunakan vaksin Moderna untuk orang yang lahir pada tahun 1991 dan setelahnya.

Data menunjukkan peningkatan miokarditis dan perikarditis di kalangan remaja dan dewasa muda yang telah divaksinasi menggunakan Moderna.

“Hubungannya sangat jelas ketika menyangkut vaksin Spikevax Moderna, terutama setelah dosis kedua,” kata badan kesehatan Swedia.

Akibat kedua negara ini menghentikan vaksin Moderna, saham perusahaannya turun 4,9% dalam perdagangan Rabu sore (6/10).

Denmark mengatakan bahwa, meskipun menggunakan vaksin Pfizer/BioNTech sebagai pilihan utama untuk orang berusia 12-17 tahun, mereka memutuskan untuk berhenti memberikan vaksin Moderna kepada orang-orang di bawah 18 tahun sesuai dengan “prinsip kehati-hatian.”

“Dalam data awal… ada kecurigaan peningkatan risiko peradangan jantung, ketika divaksinasi dengan Moderna,” kata Otoritas Kesehatan Denmark.

Ini merujuk pada data dari studi Nordik yang belum dipublikasikan, dan sekarang akan dikirim ke European Medicines Agency (EMA) untuk penilaian lebih lanjut.

Swedia dan Denmark mengatakan mereka sekarang merekomendasikan vaksin Comirnaty dari Pfizer/BioNTech sebagai gantinya.

Baca juga: Bos Moderna Sebut Pandemi akan Berakhir Setahun ke Depan

Otoritas Kesehatan Denmark mengatakan tetap membuat keputusan menghentikan penggunaan vaksin Moderna meskipun menurut para pakar efek samping tersebut sangat langka dan sering kali ringan kemudian hilang dengan sendirinya.

Sementara itu, Norwegia telah merekomendasikan vaksin Cominarty untuk diberikan kepada anak di bawah umur.

“Pria di bawah usia 30 tahun juga harus mempertimbangkan untuk memilih Cominarty ketika mereka divaksinasi,” kata Geir Bukholm, kepala pengendalian infeksi di Institut Kesehatan Masyarakat Norwegia.

EMA menyetujui penggunaan Comirnaty pada bulan Mei, sementara Spikevax disetujui untuk anak-anak di atas 12 tahun pada bulan Juli.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan