TopCareerID

Microsoft akan Tutup Layanan LinkedIn di China

LinkedIn lakukan PHK putaran kedua, pangkas 668 karyawan.

LinkedIn lakukan PHK putaran kedua, pangkas 668 karyawan. (Sumber foto: Business LinkedIn)

Topcareer.id – Microsoft Corp akan mencabut layanan LinkedIn di China setelah hampir tujuh tahun peluncurannya.

Ini menandai mundurnya jaringan sosial besar terakhir milik AS di China karena pihak berwenang di sana semakin memperketat kontrolnya atas sektor internet.

LinkedIn mengatakan dalam sebuah posting blog pada hari Kamis (14/10) bahwa mereka akan mengganti platformnya akhir tahun ini dengan versi yang yang hanya akan fokus pada pekerjaan disebut “InJobs”.

Platform ini tidak akan menyertakan feedback sosial ataupun opsi untuk berbagi.

“Meskipun kami telah menemukan keberhasilan dalam membantu anggota China menemukan pekerjaan dan peluang ekonomi, namun kami belum menemukan tingkat keberhasilan yang sama dalam aspek sosial untuk berbagi dan tetap mendapat informasi,” kata LinkedIn.

LinkedIn juga menghadapi lingkungan operasi yang jauh lebih menantang dan persyaratan kepatuhan yang lebih besar di China.

Baca juga: Microsoft Targetkan 50 Ribu Pengguna Linkedin Dapat Pekerjaan di Bidang Teknologi

Langkah LinkedIn di China telah diawasi dengan ketat sebagaimana aplikasi media sosial Barat dapat beroperasi dalam internet negara yang diatur secara ketat.

Pada bulan Maret lalu, LinkedIn telah menghentikan pendaftaran baru di China dengan mengatakan bahwa itu untuk mematuhi undang-undang China.

Dua bulan kemudian, LinkedIn termasuk di antara 105 aplikasi yang dituduh mengumpulkan dan menggunakan informasi pribadi secara ilegal oleh regulator internet top China dan diperintahkan untuk melakukan perbaikan.**(Feb)

Exit mobile version