Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Desember 2, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Olahraga vs Diet, Mana yang Paling Bikin Umur Panjang?

Topcareer.id – Olahraga dan menjaga pola diet, keduanya penting jika kamu ingin menjalani hidup sehat dan panjang umur.

Namun, masih banyak sekali orang yang justru hanya terfokus pada diet, diet, dan diet namun mengabaikan olahraga dalam menjaga kesehatannya.

Memang tidak salah untuk menjalani diet menjaga berat badan untuk kesehatan, namun ada fakta unnik menurut sebuah studi baru.

Studi melihat hubungan antara kebugaran, berat badan, kesehatan jantung, dan umur panjang. Menurut studi tersebut olahraga lah yang terpenting.

Olahraga secara konsisten terkait dengan pengurangan risiko kematian yang lebih besar daripada hanya fokus pada penurunan berat badan.

Studi yang dipublikasikan di iScience, menemukan bahwa olahraga dan peningkatan kebugaran di antara pria dan wanita yang tidak banyak bergerak dan obesitas menurunkan risiko kematian dini sebanyak 30 persen, bahkan jika mereka tidak diet menurunkan berat badan.

“Banyak kondisi kesehatan terkait obesitas lebih mungkin disebabkan oleh aktivitas fisik dan kebugaran kardiorespirasi yang rendah daripada obesitas itu sendiri. Studi epidemiologis menunjukkan bahwa kebugaran kardiorespirasi dan aktivitas fisik secara signifikan melemahkan, dan terkadang menghilangkan peningkatan risiko kematian yang terkait dengan obesitas,” studi menyimpulkan.

Baca juga: Kapan Waktu Terbaik Untuk Olahraga di Sore hingga Malam Hari?

Untuk studi mereka, Glenn Gaesser dari Arizona State University yang juga seorang profesor pendidikan dan kinesiologi di University of Virginia di Charlottesville, menganalisis data dari lebih dari 200 meta-analisis, yang mengumpulkan dan menganalisis data dari beberapa penelitian sebelumnya, dan studi individu.

Sementara mereka akhirnya menemukan bahwa olahraga adalah faktor paling signifikan dalam menurunkan risiko kematian dini.

Mereka juga mencatat dampak penurunan berat badan, yang menurunkan risiko orang sekitar 16 persen, tetapi tidak di semua penelitian.

“Dibandingkan head-to-head, besarnya manfaat jauh lebih besar berolahraga daripada terlalu fokus menurunkan berat badan,” kata Gaesser.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan