TopCareerID

COP26: Indonesia Butuh Bantuan dari Negara-negara Maju untuk Atasi Perubahan Iklim

Dok/Channel News Asia

Topcareer.id – Presiden Indonesia Joko Widodo mengatakan pada hari Senin (1/11/2021) bahwa negara-negara maju perlu menyumbangkan lebih banyak dana dan berbagi teknologi agar Indonesia bisa meningkatkan upaya mengatasi perubahan iklimnya.

Dalam pidatonya sebagai bagian dari KTT Pemimpin Dunia di KTT perubahan iklim global PBB (COP26), Jokowi menyoroti upaya Indonesia untuk menggunakan sumber daya alamnya yang melimpah.

Menurut Jokowi ini merupakan strategi kunci dalam menurunkan emisi karbonnya, ia juga menggambarkan perubahan iklim sebagai ancaman besar bagi kemakmuran dan pembangunan global.

“Dengan sumber daya alam yang melimpah, Indonesia akan terus berkontribusi dalam menanggulangi perubahan iklim,” ujarnya.

“Kami, negara-negara dengan kawasan hijau yang luas dan potensi penghijauan kembali, serta negara-negara dengan lautan luas yang berpotensi berkontribusi dalam penyerapan karbon, membutuhkan dukungan dan kontribusi dari negara-negara maju.” Tambah Jokowi.

Negara-negara berkembang mendorong negara-negara terkaya di dunia untuk memenuhi janjinya dalam memberikan bantuan sebesar US$100 miliar dalam pembiayaan tahunan yang awalnya disetujui sebagai bagian dari Perjanjian Paris.

Sejak itu, dana tersebut sebagian besar tidak dimobilisasi. Menurut laporan menjelang COP26, dana tersebut diperkirakan tidak akan diberikan hingga 2023.

Di COP26 Indonesia menguraikan jalurnya menuju ekonomi rendah karbon yang paling ambisius bergantung pada bantuan asing.

Jalan itu akan membuat Indonesia memenuhi komitmen Perjanjian Paris dan kemajuan menuju emisi nol bersih pada tahun 2060.

Baca juga: 3 Cara Simple Perangi Perubahan Iklim, Lakukan sebelum Terlambat!

Jokowi berjanji bahwa sektor yang paling berpolusi seperti kehutanan dan penggunaan lahan akan mencapai puncak emisi pada tahun 2030.

“Pemenuhan pendanaan iklim oleh negara mitra maju merupakan game changer dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim bagi negara berkembang,” kata Jokowi.

“Indonesia akan dapat berkontribusi lebih cepat untuk mencapai tujuan bersih nol emisi dunia,” tambahnya.

“Pertanyaannya, seberapa besar kontribusi negara maju untuk Indonesia? Transfer teknologi seperti apa yang akan diberikan? Ini akan menciptakan tindakan dan implementasi secepat mungkin.” Tutur Jokowi.**(Feb)

Exit mobile version