TopCareerID

Uni Eropa akan Setujui Penggunaan Vaksin untuk Lawan Omicron

vaksin gotong royong

Foto ilustrasi

Topcareer.id – Regulator obat Uni Eropa (UE) mengatakan pada hari Selasa (30/11) bahwa mereka dapat menyetujui vaksin yang disesuaikan untuk melawan varian Omicron dalam waktu tiga hingga empat bulan jika diperlukan.

Berbicara kepada Parlemen Eropa, direktur eksekutif Badan Obat Eropa (EMA) Emer Cooke mengatakan belum diketahui apakah pembuat obat perlu mengubah vaksin mereka untuk melindungi dari Omicron, tetapi EMA sedang mempersiapkan kemungkinan itu.

“Jika ada kebutuhan untuk mengubah vaksin yang ada, kami dapat memilikinya dalam waktu tiga hingga empat bulan,” katanya.

“Perusahaan yang mengadaptasi formulasi mereka untuk memasukkan urutan baru harus menunjukkan bahwa sistem produksi berfungsi, mereka kemudian harus melakukan beberapa uji klinis untuk menentukan bahwa ini benar-benar berfungsi dalam praktiknya.” Tambah Cooke.

EMA mengklarifikasi dalam pernyataan terpisah bahwa tinjauan akan dimulai ketika pembuat obat memutuskan mereka perlu mengubah vaksin dan mulai mengerjakannya.

“Kami berharap menerima paket (data) yang lebih kecil yang akan mengurangi waktu evaluasi,” kata EMA.

CEO pembuat obat Moderna telah memicu alarm baru di pasar keuangan pada hari Selasa (30/11) dengan memperingatkan bahwa vaksin yang ada tidak mungkin efektif melawan varian Omicron.

Empat puluh dua kasus varian Omicron COVID-19 telah dikonfirmasi di 10 negara Uni Eropa.

Tetapi Cooke berusaha untuk menegaskan kembali berulang-ulang agar orang-orang tetap mendapatkan vaksinasi dengan produk-produk yang tersedia saat ini.

“Bahkan jika varian baru menjadi lebih luas, vaksin yang kami miliki akan terus memberikan perlindungan,” kata Cooke.

Baca juga: Beda Dengan Delta, Ini Gejala Covid-19 Varian Omicron

Sejak bulan Februari, EMA mengeluarkan panduan baru untuk mempercepat proses persetujuan bagi pembuat obat yang memodifikasi vaksin COVID-19 mereka untuk melindungi dari varian baru.

Omicron berbagi beberapa mutasi kunci dengan dua varian sebelumnya, Beta dan Gamma, yang membuat mereka resisten terhadap vaksin.

Selain itu, Omicron memiliki 26 mutasi unik, banyak di antaranya di bagian yang ditargetkan oleh antibodi vaksin.

Pfizer pada Senin (29/11) mulai mengerjakan versi suntikan COVID-19 untuk Omicron. Rivalnya Moderna juga tengah mendesain ulang vaksin COVID-19 buatannya.**(Feb)

Exit mobile version