TopCareerID

Menko Luhut: Pemberian Booster Vaksin Covid Dijadwalkan Tahun Depan

Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan.

Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan. (sumber: Kemenko Marves)

Topcareer.id – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia saat ini telah menyusun langkah antisipasi dalam merespon merebaknya varian Omicron di sejumlah negara.

Salah satu langkah antisipasi yang disiapkan pemerintah, yakni vaksin Covid-19 booster (dosis ketiga) yang akan dijadwalkan pada tahun depan 2022.Menurut Menko Luhut, booster atau vaksin ketiga ini ditujukan untuk para lansia dan kelompok rentan.

“Pemberian booster akan segera dijadwalkan dan mulai dilaksanakan pada periode Januari tahun depan,” kata Menko Luhut dalam keterangan persnya pada Rabu (1/12/2021).

Selain itu, langkah antisipasi yang disiapkan pemerintah juga ditujukan utamanya bagi Warga Negara Indonesia yang akan berpergian ke luar negeri.

“Pejabat negara khususnya dilarang melakukan perjalanan ke luar negeri,” tegasnya.

Diapun menambahkan larangan terhadap pejabat negara tersebut berlaku kepada seluruh lapisan jabatan, terkecuali bagi yang melaksanakan tugas penting negara.

Baca juga: Mau Pergi Liburan Akhir Tahun? Ini Syarat Perjalanan Darat, Laut, Dan Udara

Terkait dengan larangan perjalanan ke luar negeri, Menko Luhut menambahkan untuk masyarakat umum sifatnya masih imbauan.

“Jadi WNI diimbau agar tidak melakukan perjalanan ke luar negeri dulu, hal ini untuk mencegah dan menjaga terus terkendalinya pandemi di negara ini,” ujar dia.

Berdasarkan arahan Presiden, masa karantina bagi WNA dan WNI pelaku perjalanan dari negara-negara di luar 11 negara yg dilarang masuk kemarin, ditambah menjadi 10 hari dari sebelumnya 7 hari.

Langkah ini diambil dengan mempertimbangkan semakin banyaknya negara yang mendeteksi variant omicron. Perpanjangan masa karantina ini akan berlaku sejak 3 Desember.

“Tentunya kebijakan yang diambil ini akan terus dievaluasi secara berkala sambil kita terus memahami dan mendalami informasi tentang varian baru ini” tutup Menko Luhut.

Exit mobile version