Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Minggu, Juli 3, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Sinovac dan Sinopharm Khusus Omicron Dapat Izin Uji Klinis

vaksinasiIlustrasi vaksin

Topcareer.id – Kandidat vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh anak perusahaan Sinopharm dan Sinovac Biotech (SVA.O) untuk menargetkan varian Omicron telah disetujui untuk uji klinis di Hong Kong, kata perusahaan itu pada Sabtu (16/4).

Para ilmuwan di seluruh dunia hingga kini masih berlomba untuk mempelajari suntikan vaksin yang ditingkatkan untuk melawan Omicron.

Mereka tak henti-hentinya melakukan penelitian sebab data menunjukkan bahwa antibodi yang ditimbulkan oleh vaksin berdasarkan strain yang lebih tua menunjukkan aktivitas yang lebih lemah untuk menetralkan varian yang sangat menular.

Dua kandidat dari unit anak perusahaan Sinopharm China National Biotec Group (CNBG) dan satu dari Sinovac mengandung virus corona yang tidak aktif atau “mati.”

Ini mirip dengan vaksin yang dipasok perusahaan di China dan luar negeri, kata perusahaan itu dalam pernyataan.

Kandidat Sinopharm akan diuji sebagai booster pada orang dewasa yang telah menerima dua atau tiga dosis vaksin, kata CNBG.

Kendati demikian, tes tidak menentukan produk vaksin mana yang akan diterima peserta uji coba sebelum menggunakan booster eksperimental, atau berapa banyak subjek yang akan direkrut.

Sinovac mengatakan akan mendorong studi ke depan dalam perlindungan vaksin CoronaVac yang ada terhadap varian yang muncul.

Sebuah penelitian di Cina menunjukkan bahwa dosis keempat BBIBP-CorV, vaksin Sinopharm COVID yang ada, tidak secara signifikan meningkatkan kadar antibodi terhadap Omicron.

Baca juga: Masyarakat yang Divaksin Sinovac, bakal Dapat Booster Merek Ini

Untuk vaksin sinopharm dan sinovac yang baru diberikan setelah enam bulan sebagai dosis booster, maka akan menjadi rejimen dua dosis biasa.

Saat hal tersebut terjadi, maka diperlukan dosis keempat untuk mengembalikan tingkat antibodi ke puncaknya setelah dosis ketiga.

Para peneliti mengatakan vaksin baru nantinya akan menawarkan alternatif yang lebih baik sebagai penguat di masa depan.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan