TopCareerID

Mengenal Broadband Internet Starlink, Seberapa Cepat dan Berapa Biayanya?

Topcareer.id – Satelit untuk menyediakan layanan boradband internet Starlink milik Elon Musk bukannya tanpa kontroversi.

Anggota komunitas ilmiah telah menyuarakan keprihatinan tentang dampak satelit orbit rendah bumi Starlink pada visibilitas langit malam.

Apa sebenarnya Starlink itu?
Secara teknis sebuah divisi dalam SpaceX, Starlink juga merupakan nama jaringan perusahaan penerbangan luar angkasa yang berkembang.

Pengembangan jaringan Starlink dimulai pada 2015, dengan satelit prototipe pertama diluncurkan ke orbit pada 2018.

Pada tahun-tahun sejak itu, SpaceX telah mengerahkan ribuan satelit Starlink ke dalam konstelasi melalui lusinan peluncuran yang sukses.

Untuk yang terakhir terjadi pada 21 April dan mengirimkan 53 satelit lainnya ke orbit rendah bumi.

Itu menjadikan jumlah total satelit Starlink yang diluncurkan menjadi 2.388.

Sama seperti penyedia internet satelit lainnya yang sudah ada seperti HughesNet atau Viasat, Starlink ingin menjual akses internet, terutama kepada orang-orang di daerah pedesaan dan bagian lain dunia yang belum memiliki akses ke broadband berkecepatan tinggi.

“Starlink sangat cocok untuk area di dunia di mana konektivitas biasanya menjadi tantangan,” tulis situs web Starlink.

“Tak terbatas oleh infrastruktur darat tradisional, Starlink dapat memberikan internet broadband berkecepatan tinggi ke lokasi di mana akses tidak dapat diandalkan atau sama sekali tidak tersedia.”

Yang perlu kamu lakukan untuk membuat koneksi Starlink adalah menyiapkan parabola kecil di rumah untuk menerima sinyal dan meneruskan bandwidth ke router.

Perusahaan ini menawarkan sejumlah opsi pemasangan untuk atap, pekarangan, dan bagian luar rumah.

Bahkan ada aplikasi Starlink untuk Android dan iOS yang menggunakan augmented reality untuk membantu pelanggan memilih lokasi dan posisi terbaik untuk receiver mereka.

Seberapa cepat layanan internet Starlink?
Menurut situs pelacak kecepatan internet Ookla, yang menganalisis kinerja internet satelit selama kuartal keempat tahun 2021, Starlink menawarkan kecepatan unduh melebihi 100Mbps

“Pengguna dapat mengharapkan untuk melihat kecepatan data bervariasi dari 50 hingga 150 megabit per detik dan latensi dari 20 hingga 40 milidetik di sebagian besar lokasi selama beberapa bulan ke depan,” kata situs web Starlink.”

Baca juga: 10 Negara dengan Speed Internet Tercepat, Indonesia ke Berapa?

Berapa biaya Starlink?
Starlink sekarang menerima pesanan untuk siapapun dengan menyetorkan deposit sebesar $99 atau sekitar Rp1,4 juta.

Setelah itu calon pelanggan akan diminta menunggu. Selama masih beta pada tahun 2021, Starlink mengatakan bahwa beberapa pre-order dapat memakan waktu hingga enam bulan untuk dipenuhi.

Biaya layanan awalnya akan ditagih sebesar $99 per bulan atau sekitar Rp1,4 juta ditambah pajak.

Untuk pembayaran pertama sebesar $499 atau sekitar Rp7,3 juta untuk pemasangan alat parabola dan router di rumah.

Pada bulan Maret 2022, SpaceX menaikkan harga tersebut menjadi $110 atau sekitar Rp1,6 juta per bulan dan $599 atau sekitar Rp8,8 juta di muka untuk pemasangan perangkat keras.

Meskipun dengan biaya semahal ini tidak mendapat kecepatan secepat koneksi fiber, tetapi Musk bertaruh bahwa biayanya akan sepadan untuk orang-orang yang hidup di wilayah tanpa akses ke koneksi internet cepat yang andal.**(Feb)

Exit mobile version