TopCareerID

10 Hal yang Bikin Kamu Makin Pelupa (Bagian 2)

Ilustrasi orang pelupa. (source: The Gooden Center)

Ilustrasi orang pelupa. (source: The Gooden Center)

Topcareer.id – Melupakan sesuatu bukan sesuatu yang aneh, dan lumrah terjadi pada setiap manusia. Memori bisa berubah-ubah. Tapi, jika sering menjadi pelupa, bahkan untuk hal-hal penting dan sulit dipahami, itu bisa membuat frustasi diri sendiri.

Meskipun beberapa kehilangan memori dan kelupaan adalah normal seiring bertambahnya usia, menurut National Institute on Aging, beberapa hal dapat memperburuk kelupaan berapa pun usia.

“Ada sejumlah kebiasaan umum yang bisa membuat kita lebih pelupa,” kata Michele Goldman, psikolog dan penasihat media Hope for Depression Research Foundation. Berikut adalah 10 hal yang bisa membuatmu jadi sering pelupa.

6. Merokok

Merokok merupakan kebiasaan lain yang harusnya dihindari jika ingin meningkatkan daya ingatmu. Valentina Dragomir, seorang psikoterapis mengatakan bahwa merokok merusak sel-sel otak dan menghentikan pembentukan sel-sel baru di hipokampus, yang menyebabkan pelupa.

Dia juga mengutip sebuah penelitian di Journal of Neuroscience yang menunjukkan “paparan kronis terhadap nikotin dapat merusak mekanisme otak yang berkaitan dengan pembelajaran dan memori.” THC dalam ganja juga dapat memengaruhi pembelajaran dan memori.

7. Tidak makan makanan tertentu

Menurut Goldman, makanan juga dapat mempengaruhi otak kita. “Apa yang kita konsumsi memengaruhi perasaan kita secara fisik, mental, dan emosional. Konsumsi makanan yang kurang seimbang dapat berdampak negatif pada tubuh,” kata Goldman, mengutip laman HuffPost.

Jika kamu mencari makanan untuk meningkatkan fungsi otak, Harvard Medical School menyarankan untuk memilih sayuran berdaun, ikan berlemak, berry, teh dan kopi, dan kenari. Hafeez merekomendasikan juga mengkonsumsi makanan yang kaya akan makanan anti-inflamasi.

Baca juga: Tips Tidur Nyenyak Menurut Astronot

8. Tidak terorganisir atau tidak teratur

“Kita jauh lebih mungkin untuk melupakan hal-hal ketika lingkungan eksternal kita berantakan. Lingkungan yang kacau, berantakan, atau tidak teratur mungkin baik-baik saja untuk beberapa orang, tetapi tidak untuk sebagian besar individu,” kata Goldman.

Dia merekomendasikan untuk menemukan sistem yang sesuai untukmu. “Simpan buku catatan, buat jadwal, dapatkan kalender — apa pun sistemnya, konsisten dan ikuti.” Menjadi tidak teratur dapat mempersulit otakmu untuk mengingat atau memproses informasi.

9. Memiliki masalah kesehatan mental yang tidak diobati

“Kecemasan dan depresi dapat mengganggu konsentrasi, membuatnya lebih sulit untuk memperhatikan detail-detail kecil. Ini dapat menjadi tantangan untuk tetap terorganisir; kita mungkin mudah kewalahan dan kurang focus,” kata Goldman.

Korban trauma khususnya “cenderung mengalami gangguan memori,” menurut Goldman. Sistem syaraf sedang berusaha keras untuk memastikan keamanan dan perlindungan, yang berarti detail yang tidak mengancam jiwa lebih mungkin untuk dilupakan.

10. Tidak mengasah pikiran

Salah satu hal terbaik yang dapat kamu lakukan untuk memerangi kelupaan adalah dengan merangsang otak. “Menjaga otakmu tetap aktif dengan mempelajari hal-hal baru, bermain game, membaca, atau aktivitas lain yang merangsang adalah cara untuk menjaga ‘otot-otot’ otak tetap bugar,” kata Goldman.

The American Psychological Association menyarankan melatih otak melalui perangkat mnemonic dan atau menggunakan teknologi untuk membantumu mengingat sesuatu.

Exit mobile version