TopCareerID

Lebih dari 4.000 Anjing Beagle yang Dieksploitasi untuk Eksperimen Obat, Bebas!

Dok/Italy 24 News English

Dok/Italy 24 News English

Topcareer.id – Sekitar 4.000 anjing jenis beagle di Amerika Serikat kini mencari rumah baru setelah organisasi penyelamat hewan memindahkan mereka dari fasilitas di Virginia yang membiakkan mereka untuk dijual ke laboratorium dengan tujuan dijadikan kelinci percobaan untuk eksperimen obat.

“Ini akan memakan waktu 60 hari untuk mengeluarkan semua hewan ini, dan kami bekerja dengan mitra penampungan serta penyelamat hewan di seluruh negeri, semua bekerjasama untuk membawa anjing-anjing ini memiliki rumah dengan pemilik yang penuh kasih,” kata Kitty Block, presiden dan kepala eksekutif U.S. Humane Society.

Tempat penampungan dari South Elgin, Illinois, hingga Pittsburgh telah mulai menerima anjing-anjing itu dan akan menjalani pemeriksaan medis, vaksinasi, serta perawatan lain sebelum mereka tersedia untuk diadopsi.

Pada bulan Mei lalu, Departemen Kehakiman AS menggugat Envigo RMS LLC dengan tuduhan pelanggaran Undang-Undang Kesejahteraan Hewan di fasilitas di Cumberland, Virginia.

Pada bulan Juni, perusahaan induk Inotiv Inc mengatakan akan menutup fasilitas tersebut. Pada bulan Juli, Envigo mengikuti aturan pemerintah, namun tidak membayar denda apapun.

Inotiv tidak menanggapi permintaan komentar.

Inspektur pemerintah menemukan anjing beagle dibunuh alih-alih menerima perawatan untuk kondisi yang baik.

Induk anjing beagle pun tidak diberi makan; makanan yang mereka terima mengandung belatung, jamur dan kotoran; dan selama periode delapan minggu, 25 anak anjing beagle mati karena paparan dingin, kata Humane Society dalam sebuah pernyataan. Beberapa terluka ketika diserang oleh anjing lain dalam kondisi penuh sesak, tambahnya.

Baca juga: Mr. Happy Face Dinobatkan sebagai Anjing Terjelek di Dunia

Upaya penyelamatan beagle dimulai jauh lebih awal, menurut Bill Stanley, seorang senator negara bagian dari Partai Republik untuk Virginia.

“Saya pernah mencoba menutup fasilitas itu pada 2019, tetapi tidak berhasil. Namun, selama bertahun-tahun, kami tidak pernah berhenti berjuang, dan akhirnya sekarang kami berhasil.” Tutur Stanley.**(Feb)

Exit mobile version