Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Desember 3, 2022
redaksi@topcareer.id
Profesional

Pecahkan Kode DNA Kuno, Ahli Genetika Swedia Menang Nobel Kedokteran

images (2)

Topcareer.id – Ahli genetika Swedia Svante Paabo (67) memenangkan Hadiah Nobel 2022 dalam Fisiologi atau Kedokteran pada hari Senin (3/10) untuk penemuan yang mendukung pemahaman manusia tentang bagaimana orang modern berevolusi dari nenek moyang yang punah pada awal sejarah manusia.

Karya Paabo menunjukkan implikasi praktis selama pandemi COVID-19 ketika ia menemukan bahwa orang yang terinfeksi virus yang membawa varian gen yang diwarisi dari Neanderthal lebih berisiko terkena penyakit parah daripada mereka yang tidak.

Paabo, direktur di Institut Max Planck untuk Antropologi Evolusi di Leipzig, Jerman, memenangkan hadiah untuk “penemuan mengenai genom hominin punah dan evolusi manusia,” kata komite Penghargaan.

“Hal yang menakjubkan bagi saya adalah Anda sekarang memiliki beberapa kemampuan untuk kembali ke masa lalu dan benar-benar mengikuti sejarah genetik dan perubahan genetik dari waktu ke waktu,” kata Paabo pada konferensi pers di Max Planck Institute.

“Ada kemungkinan untuk mulai benar-benar melihat evolusi secara real time, jika Anda mau.” Tambahnya.

Paabo mengatakan awalnya dia mengira telepon dari Swedia tentang kabar memenangkan Nobel adalah lelucon.

Perbedaan Genetik
Penelitian Paabo menunjukkan bahwa gen tertentu yang berasal dari Neanderthal tersimpan dalam genom manusia saat ini.

Hal ini pernah dianggap mustahil, mengingat DNA Neanderthal pada tulang telah menyusut selama ribuan tahun menjadi fragmen pendek yang harus disusun layaknya puzzle raksasa. Selain itu juga sangat terkontaminasi dengan DNA mikroba.

“Aliran gen kuno ke manusia masa kini memiliki relevansi fisiologis hari ini, misalnya mempengaruhi bagaimana sistem kekebalan tubuh kita bereaksi terhadap infeksi,” kata Komite Nobel.

Penghargaan tersebut, salah satu yang paling bergengsi di dunia ilmiah, diberikan oleh Majelis Nobel Institut Karolinska Swedia dan bernilai 10 juta krona Swedia ($900.357) atau sekitar Rp13,6 miliar.

Baca juga: Pertama Dalam Sejarah. Dua Ilmuwan Wanita Menangkan Nobel di Bidang Kimia

Paabo merupakan putra dari seorang ahli biokimia pemenang Hadiah Nobel, dirinya telah dikreditkan dengan mengubah studi asal-usul manusia setelah mengembangkan cara untuk memungkinkan pemeriksaan urutan DNA dari sisa-sisa arkeologi dan paleontologis.

Dia tidak hanya membantu mengungkap keberadaan spesies manusia yang sebelumnya tidak dikenal yang disebut Denisovans, dari fragmen tulang jari berusia 40.000 tahun yang ditemukan di Siberia.

Pencapaian puncaknya dianggap sebagai metode yang dikembangkan untuk memungkinkan pengurutan seluruh genom Neanderthal.

Lahir di Stockholm, Paabo belajar kedokteran dan biokimia di Universitas Uppsala sebelum menciptakan disiplin ilmu yang disebut “paleogenomik”, yang membantu menunjukkan perbedaan genetik yang membedakan manusia hidup dari hominin yang punah.

“Penemuannya memberikan dasar untuk mengeksplorasi apa yang membuat kita unik sebagai manusia,” kata Komite Nobel.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan