TopCareerID

Ini Bahaya di Balik Tren Tutup Mulut dengan Lakban saat Tidur

Topcareer.Id – Seorang ahli baru-baru ini memperingatkan bahaya di balik tren menutup mulut dengan lakban saat tidur, yang belakangan ramai tersebar di platform media sosial TikTok.

Tujuan dari lakban mulut, adalah untuk menjaga agar tidak bernapas melalui mulut di malam hari.

“Jika Anda mengalami apnea tidur obstruktif, ya, ini bisa sangat berbahaya,” kata spesialis tidur Dr. Raj Dasgupta kepada CNN.

“Ada bukti terbatas tentang manfaat plester mulut. Tapi Anda harus berhati-hati, dan harus berbicara dengan penyedia layanan kesehatan Anda sebelum mencobanya,” tambah profesor kedokteran klinis di University of Southern California Keck School of Medicine tersebut.

Tidak semua orang yang memiliki apnea tidur obstruktif mengetahuinya. Dan orang dengan gangguan tidur, berhenti bernapas berulang kali di malam hari.

Kabar buruknya, menurut sebuah studi tahun 2019, lebih dari 1 miliar orang dewasa di seluruh dunia berusia antara 30 dan 69 tahun, kemungkinan memiliki kondisi tersebut. Jutaan orang pun masih belum terdiagnosis.

Baca juga: Sebentar Lagi, akan ada Pedoman Konseling dan Tes HIV di Tempat Kerja

Pertanyaannya, kenapa banyak orang melakukan challenge ini?

Alasan yang diberikan, salah satunya untuk mencoba mencapai keindahan tidur.

“Saya menutup mulut saya setiap hari,” kata seorang wanita di TikTok.

“Tidur dengan benar sangat penting untuk anti-penuaan dan mencari serta merasakan yang terbaik.”

Jadi apa yang salah dengan pernapasan mulut?

Secara umum, pernapasan mulut dapat menyebabkan mendengkur, haus, mulut kering dan bau mulut di pagi hari.

Paru-paru dapat teriritasi oleh udara kering yang dihirup melalui mulut, kata Dasgupta. Sedangkan dengan pernapasan hidung, udara menjadi lembab.

“Pernapasan hidung dapat menurunkan tekanan darah dengan meningkatkan oksida nitrida, senyawa dalam tubuh yang dapat membantu menjaga tekanan darah Anda terkendali,” tambah Dasgupta.

Dasgupta menyarankan, siapa pun yang tertarik dengan tren ini, harus terlebih dahulu dievaluasi untuk apnea tidur obstruktif.

“Juga, ada banyak pilihan lain untuk mengatasi mendengkur selain plester mulut, seperti strip hidung, dilator hidung dan latihan mulut [dan] tenggorokan dan lidah. Kita juga dapat membantu mencegah pernapasan mulut dengan cara yang lebih aman, contohnya dengan tidak tidur telentang.”

Penyebab pernapasan mulut termasuk alergi, pilek, septum yang menyimpang di hidung dan polip hidung.

Pada anak-anak, penyebabnya mungkin pembesaran kelenjar gondok atau amandel, menurut Mayo Clinic di Rochester, Minn.

Spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan atau spesialis tidur dapat membantu orang mencari solusi.

“Masalah ini harus ditangani dan dievaluasi terlebih dahulu sebelum menutup mulut. Menurut saya, menutup mulut tidak akan membantu Anda tidur lebih nyenyak,” kata Dasgupta.

Exit mobile version