Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Desember 3, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Daftar Kebiasaan yang Jadi Ciri Pemimpin Dewasa (Bagian 2)

50-years-old-man-pinIlustrasi. (dok. Pinterest)

Topcareer.Id – Pemimpin jauh lebih mudah dikenali karena ketidakdewasaan mereka yang menonjol, yang akan mempengaruhi tim dan organisasi mereka.

Sebagian besar organisasi begitu berorientasi pada hasil dan fokus jangka pendek, mereka tidak cukup menekankan pada kematangan emosional aktual dari orang-orang yang mereka pekerjakan dan promosikan sebagai pemimpin dalam jangka panjang.

Apa yang membedakan pemimpin dewasa?
Kedewasaan membutuhkan hidup dan bekerja dengan kedua sistem operasi otak, belahan kanan dan kiri, agar berfungsi pada kapasitas puncak.

Menurut buku Marcus Warner dan Jim Wilder, Rare Leadership in the Workplace: Four Uncommon Habits That Improve Focus, Engagement, and Productivity, kedua belah otak menggerakkan dua sistem operasi yang sama sekali berbeda, yakni “jalur cepat” dan “jalur lambat. “

Di sinilah menjadi menarik.

“Jalur cepat bertanggung jawab untuk mengatur emosi dan membaca dunia di sekitar. Jalur lambat membantu memecahkan masalah dan melakukan tugas.

Sebagian besar pemimpin telah dilatih untuk memecahkan masalah dan menyelesaikan pekerjaan tetapi belum dilatih dalam keterampilan relasional dan pengaturan emosi,” ungkap para penulis.

Dasar-dasar ilmu otak inilah yang melabuhkan empat kebiasaan pemimpin dewasa yang dikembangkan oleh Warner dan Wilder.

Bagian akhir dari artikel. Baca bagian sebelumnya di sini.

Kegembiraan dan ketakutan
Para penulis mengatakan sebagian besar pemimpin menggunakan dua jenis bahan bakar: bahan bakar kegembiraan relasional dan bahan bakar ketakutan non-relasional.

Sebagai motivator, rasa takut dimaksudkan untuk memberi kita energi dalam waktu singkat, yang tidak berkelanjutan untuk keberlangsungan bisnis kita.

Kegembiraan, di sisi lain, adalah motivator tanpa akhir yang harus diprioritaskan ketika emosi negatif mengancam untuk menutup jalur cepat.

Baca juga: Cegah PHK, Kemnaker Usul Kurangi Fasilitas Pekerja Tingkat Manajer

Tahan menghadapi kesulitan
“Para pemimpin besar dalam sejarah sering kali dijunjung tinggi secara khusus karena kemampuan mereka untuk mengatasi masa-masa sulit yang mereka hadapi,” kata para penulis.

Singkatnya, penulis berpendapat bahwa kedewasaan dapat mengubah tempat kerja dari lingkungan beracun menjadi tempat yang disukai orang untuk bekerja.

Dan apa yang membedakan manajer kompeten yang harus diikuti orang, adalah kedewasaan emosional dan relasional.

“Tidak ada orang yang dilahirkan dengan kedewasaan, dan itu bukan hanya pilihan yang Anda buat – itu adalah sesuatu yang harus diperoleh,” tulis mereka.

“Sebagian besar dari kita menginginkan solusi yang dapat kita terapkan hari ini, tetapi mempraktikkan kedewasaan dan menerapkan kebiasaan baru dapat berlangsung berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Ini adalah kapasitas yang kita harus kembangkan dari waktu ke waktu yang membutuhkan bantuan orang lain.”

the authorFeby Ferdian

Tinggalkan Balasan