TopCareerID

Penderita Hipertensi disarankan Kurangi Kopi, Ini Alasannya

Kapan waktu minum kopi terbaik saat Ramadan?

Ilustrasi: America Cancer Society

Topcareer.Id – Banyak orang menikmati satu atau dua cangkir, atau mungkin tiga atau empat, kopi setiap hari. Namun, ini adalah langkah buruk bagi orang dengan tekanan darah tinggi (“hipertensi”) yang parah.

Sebuah studi terbaru menemukan bahwa bagi mereka yang memiliki tekanan darah 160/100 atau lebih tinggi, minum dua atau lebih cangkir kopi setiap hari, dikaitkan dengan risiko kematian akibat penyakit jantung, dua kali lipat dibandingkan dengan mereka yang tidak minum kopi.

“Kami terkejut bahwa konsumsi kopi berat dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian penyakit kardiovaskular di antara orang dengan hipertensi berat, tetapi tidak pada mereka yang tidak memiliki hipertensi atau dengan hipertensi tingkat 1,” kata penulis studi Dr. Masayuki Teramoto.

“Sebaliknya, konsumsi teh hijau tidak dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian penyakit kardiovaskular di semua kategori tekanan darah,” tambah Teramoto, seperti dikutip dari UPI News.

Baca juga: Kasus COVID-19 Melonjak, Layanan Kremasi Di Beijing Antre Panjang Dan Biaya Naik

Untuk penyelidikan ini, para peneliti mengelompokkan orang-orang dari Japan Collaborative Cohort Study for Evaluation of Cancer Risk ke dalam lima kategori tingkat tekanan darah, yakni: 130/85 atau lebih rendah (normal); 130-139/85-89 (normal tinggi); 140-159/90-99 (hipertensi derajat 1); 160-179/100-109 (hipertensi derajat 2); dan 180/110 mm Hg (hipertensi grade 3).

Para peneliti mengkategorikan dua tingkat tekanan darah tertinggi sebagai hipertensi berat.

Orang dewasa dalam penelitian ini tinggal di 45 komunitas Jepang, dan mereka memberikan data melalui pemeriksaan kesehatan dan kuesioner gaya hidup selama 19 tahun. Lebih dari 800 kematian kardiovaskular didokumentasikan selama masa studi.

Dalam studi lain, ditemukan juga hubungan antara kopi dan penurunan risiko diabetes tipe 2 dan beberapa jenis kanker, serta kemampuan untuk mengendalikan nafsu makan dan menurunkan risiko depresi.

Temuan baru ini dipublikasikan Rabu di Journal of American Heart Association.

Exit mobile version