TopCareerID

Tarif Listrik untuk Pelanggan Non-Subsidi Tidak Naik

Ilustrasi PLN beri diskon tambah daya listrik hingga 5 April.

Ilustrasi PLN beri diskon tambah daya listrik hingga 5 April.

Topcareer.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan penyesuaian tarif listrik (tariff adjustment) periode Januari-Maret 2023 (Triwulan I) untuk 13 pelanggan non-subsidi per 1 Januari hingga Maret 2023 tidak mengalami perubahan.

“Untuk mempertahankan daya beli masyarakat dan mempertimbangkan kondisi saat ini yang belum mendukung untuk melanjutkan penerapan tarif adjustment, Pemerintah memutuskan tarif tenaga listrik triwulan I 2023 untuk pelanggan nonsubsidi mengacu pada tarif triwulan IV 2022 atau tarif tetap,” kata Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Dadan Kusdiana dalam siaran pers, dikutip Senin (2/1/2023).

Lebih lanjut Dadan menyampaikan bahwa sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016, apabila terjadi perubahan terhadap realisasi indikator makro ekonomi (kurs, Indonesian Crude Price/ICP, inflasi, dan Harga Patokan Batubara/HPB) yang dihitung secara tiga bulanan, maka akan dilakukan penyesuaian terhadap tarif tenaga listrik (tariff adjustment).

Periode triwulan I 2023 menggunakan realisasi Agustus sampai dengan Oktober 2022.

Dadan menyampaikan, realisasi parameter ekonomi makro rata-rata bulan Agustus -Oktober 2022, yaitu kurs sebesar Rp15.079,96/USD, Indonesian Crude Price (ICP) sebesar 89,78 USD/Barrel, tingkat inflasi sebesar 0,28%, dan Harga Patokan Batubara (HPB) sebesar Rp920,41/kg (kebijakan harga DMO Batubara 70 USD/ton).

Baca juga: PPKM Dicabut, Tenang … Bansos Buat Masyarakat Tetap Dilanjutkan

Dadan menambahkan berdasarkan perubahan empat parameter tersebut, seharusnya penyesuaian tarif tenaga listrik (tariff adjustment) triwulan I 2023 mengalami kenaikan dibandingkan dengan tarif tenaga listrik yang ditetapkan pada triwulan IV 2022. Namun, sambungnya, kenaikan tersebut tidak dilakukan demi menjaga daya beli masyarakat.

“Adapun tarif tenaga listrik untuk 25 golongan pelanggan bersubsidi lainnya juga tidak mengalami perubahan, besaran tarifnya tetap,” imbuh Dadan.

“Sebanyak 25 golongan pelanggan ini tetap diberikan subsidi listrik, termasuk di dalamnya pelanggan yang peruntukan listriknya bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), bisnis kecil, industri kecil, dan kegiatan sosial,” lanjutnya.

Ke depan dimungkinkan tarif tenaga listrik dapat mengalami perubahan naik ataupun turun melihat perkembangan kurs, ICP, inflasi, dan HPB dan kondisi terkini masyarakat.

Kementerian ESDM juga mendorong agar PT PLN (Persero) terus berupaya melakukan langkah-langkah efisiensi operasional yang dapat menurunkan biaya pokok penyediaan (BPP) tenaga listrik dan tarif tenaga listrik

“Tidak naiknya besaran tarif tenaga listrik ini tentunya memberikan kepastian kepada berbagai kelompok masyarakat dan menjaga daya beli masyarakat serta mendukung stabilitas dan pemulihan ekonomi nasional,” pungkasnya.

Exit mobile version