TopCareerID

10 Tren Teknologi Teratas 2023 Menurut Alibaba (Bagian 1)

Ilustrasi.

Ilustrasi.

Topcareer.id – Alibaba DAMO Academy (“DAMO”), inisiatif penelitian global oleh Alibaba Group, berbagi prakiraan tahunannya pada Kamis (12/1/2023), terkait tren teknologi terdepan yang dapat membentuk banyak industri di tahun-tahun mendatang.

Dengan menganalisis makalah publik dan pengajuan paten selama tiga tahun terakhir serta melakukan wawancara dengan hampir 100 ilmuwan, pengusaha, dan insinyur di seluruh dunia, DAMO menyajikan tren teknologi teratas di tahun 2023 yang diharapkan dapat mencapai terobosan dalam akselerasi dan berdampak positif secara ekonomi dan sosial di seluruh industri inti.

“Melihat ke tahun 2023, kemajuan berbagai teknologi akan mendorong desain perangkat lunak/perangkat keras serta integrasi teknologi komputasi dan komunikasi,” kata Jeff Zhang, Head of Alibaba DAMO Academy dikutip dari siaran pers.
Pada tahun 2023, DAMO berharap dapat melihat kemajuan teknologi dan lonjakan aplikasi terkait di berbagai bidang, seperti:

Tren 1: AI Generatif

AI generatif menghasilkan konten baru berdasarkan kumpulan teks, gambar, atau file audio tertentu. Saat ini, AI Generatif sebagian besar digunakan untuk menghasilkan prototipe dan draf yang diterapkan dalam skenario seperti permainan, iklan, maupun desain grafis.

Seiring dengan kemajuan teknologi di masa depan dan pengurangan biaya, AI Generatif akan menjadi teknologi inklusif yang dapat meningkatkan variasi, kreativitas, dan efisiensi pembuatan konten secara signifikan.

Dalam tiga tahun ke depan, kita akan melihat model bisnis muncul dan ekosistem menjadi matang karena AI Generatif dipasarkan secara luas. Model AI generatif akan lebih interaktif, aman, dan cerdas, membantu manusia menyelesaikan berbagai pekerjaan kreatif.

Tren 2: Inteligensi Keputusan Mesin Ganda

Sebelumnya, metode pengambilan keputusan tradisional didasarkan pada Riset Operasi. Akibat keterbatasannya dalam menangani masalah yang memiliki ketidakpastian besar serta responsnya yang lambat terhadap masalah skala besar, maka akademisi dan industri mulai memasukkan pembelajaran mesin ke dalam pengoptimalan keputusan.

Kedua mesin tersebut merupakan pelengkap sempurna satu sama lain, dan bila digunakan secara bersamaan, dapat meningkatkan kecepatan serta kualitas pengambilan keputusan.

Di masa mendatang, teknologi ini diharapkan dapat digunakan secara luas dalam berbagai skenario untuk mendukung alokasi sumber daya yang dinamis, komprehensif, dan real-time, seperti pengalokasian listrik secara real-time, optimalisasi lalu lintas pelabuhan, penetapan stan bandara, dan peningkatan proses manufaktur.

Baca juga: Intip Besaran Gaji Karyawan Di Google, Microsoft Hingga Meta

Tren 3: Keamanan Cloud-native

Keamanan cloud-native diimplementasikan tidak hanya untuk memberikan kemampuan keamanan yang asli untuk infrastruktur cloud, tetapi juga meningkatkan layanan keamanan dengan memanfaatkan teknologi cloud-native. Teknologi keamanan dan komputasi awan menjadi lebih terintegrasi dari sebelumnya.

“Kami telah menyaksikan teknologi terapan berkembang dari containerized deployment ke layanan mikro menuju ke arah model tanpa server. Layanan keamanan beralih menjadi native, fine-grained, berorientasi platform, dan cerdas,” kata Jeff.

Dalam tiga hingga lima tahun ke depan, keamanan cloud-native akan menjadi lebih serbaguna dan dapat lebih mudah beradaptasi dengan arsitektur multi-cloud.

Tren 4: Model Dasar Multimodal Pra-pelatihan

Model Dasar multimodal pra-pelatihan telah menjadi paradigma baru dan infrastruktur untuk membangun sistem kecerdasan buatan (AI). Model-model ini dapat memperoleh pengetahuan dari berbagai modalitas dan menyajikan pengetahuan berdasarkan kerangka pembelajaran representasi terpadu.

Ke depannya, model dasar ditetapkan untuk berfungsi sebagai infrastruktur dasar sistem AI di seluruh tugas gambar, teks, dan audio, memberdayakan sistem AI dengan kemampuan kecerdasan kognitif dalam bernalar, menjawab pertanyaan, meringkas, dan memproduksi.

Tren 5: Arsitektur Cloud Computing yang Terintegrasi antara Hardware-Software

Cloud computing berkembang menuju arsitektur baru yang berpusat di sekitar Cloud Infrastructure Processor (CIPU). Arsitektur yang ditentukan oleh perangkat lunak dan dipercepat perangkat keras ini membantu mengakselerasi aplikasi cloud sambil mempertahankan elastisitas dan ketangkasan yang tinggi untuk pengembangan aplikasi cloud.

CIPU akan menjadi standar de facto layanan komputasi awan generasi mendatang dan menciptakan peluang pengembangan baru untuk R&D perangkat lunak inti dan desain chip khusus.

Exit mobile version