TopCareerID

Ahli Gizi Beberkan Batas Aman Konsumsi Mi Instan

Topcareer.id – Bukan cuma digemari karena praktis, mi intan di Indonesia populer karena variasi rasanya yang lezat. Tak heran lagi jika mi instan jadi favorit banyak orang di Indonesia, dari anak kecil hingga dewasa. Adakah batas aman konsumsi mi instan?

Tapi, sayangnya mi instan dianggap menjadi makanan yang kurang memenuhi kebutuhan gizi bagi tubuh. Sehingga baiknya tidak dikonsumsi dalam intensitas waktu yang sering atau pahami batas aman konsumsi mi instan.

Ahli Gizi UM Surabaya Tri Kurniawati menyampaikan, mi instan belum dapat dianggap sebagai makanan penuh (wholesome food) karena belum mencukupi kebutuhan gizi yang seimbang bagi tubuh.

Menurutnya, mi yang terbuat dari terigu mengandung karbohidrat dalam jumlah besar, tetapi kandungan protein, vitamin, dan mineralnya hanya sedikit.

“Pemenuhan kebutuhan gizi mie instan dapat diperoleh jika ada penambahan sayuran dan sumber protein,” kata Tri dalam rilis berita di laman resmi UM Surabaya, dikutip Rabu (10/5/2023).

Baca juga: Kapan Waktunya Ubah Rutinitas Pagi? Cek, Ini 4 Tandanya

Di lain sisi, mi instan juga dapat membahayakan kesehatan, hal ini dikarenakan dalam sekali penyajian mi instan umumnya mengandung lemak dan natrium yang tinggi, namun rendah serat, vitamin dan mineral. Pola konsumsi mi instan mempunyai pengaruh positif terhadap obesitas abdominal dan hiperkoles-terolemia.

“Konsumsi mi instan lebih dari 2 bungkus dalam seminggu berhubungan dengan peningkatan sindrom metabolik yang tinggi pada wanita,” ujarnya.

Tri menyebut, pola konsumsi mi instan dapat berkontribusi terhadap pola makan. Konsumsi mi instan yang tinggi cenderung diiringi juga dengan konsumsi makanan fast food lain yang tinggi. Konsumen yang mengonsumsi mi instan cenderung lebih sedikit mengonsumsi buah dan sayuran.

Ia menegaskan, konsumsi mi lebih baik tidak lebih dari dua bungkus dalam satu minggu dan tidak dijadikan kebiasaan rutin. Bila ingin mengkonsumsi mi intans sebaiknya diberikan tambahan sayur dan protein seperti telur, ayam, daging serta sumber protein yang lain.

“Waspadai pemakaian mi instan yang dijadikan sebagai lauk atau dimakan hanya dengan nasi. Hal tersebut tidak dianjurkan karena hanya mengandung karbohidrat saja,” pungkas Tri.

Exit mobile version