Topcareer.id – Pemerintah sengaja merancang libur long weekend Iduladha sebagai momentum untuk meningkatkan perekonomian, termasuk dari sektor pariwisata. Bahkan, dampak langsungnya terhadap sektor wisata, yakni adanya 1,4 miliar pergerakan wisatawan nusantara pada libur Iduladha kemarin.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan masa libur panjang Iduladha pada 28 Juni-2 Juli jadi momentum kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia pascapandemi Covid-19.
Bukan hanya meningkatkan perekonomian, kata dia, tapi juga pergerakan masyarakat Indonesia pascapandemi Covid-19.
“Seperti kita ketahui setiap ada pergerakan masyarakat dari segi transportasi dan akomodasi ini memberikan manfaat ekonomi,” kata Menaker Sandiaga melalui siaran pers, dikutip Selasa (4/7/2023).
Baca juga: KAI Catat Kenaikan Volume Penumpang Hingga 68% Selama Libur Idul Adha
Sandiaga mengungkapkan momen libur panjang ini juga bertepatan dengan momen liburan sekolah. Sehingga, mayoritas wisatawan yang berkunjung ke destinasi-destinasi wisata di Indonesia akan mengajak keluarganya untuk berlibur.
“Ini berdampak langsung untuk kebangkitan pariwisata dengan target batas atas 1,4 miliar pergerakan wisatawan nusantara,” ujarnya.
Di masa libur Iduladha ini, lanjut Sandiaga, terjadi lonjakan pemesanan tiket transportasi dan akomodasi hingga tiga kali lipat. Serta terjadi peningkatan penjualan di berbagai subsektor ekonomi kreatif seperti produk kuliner, restoran, dan kafe.
“Ini merupakan bagian dari peningkatan penjualan yang dirasakan oleh berbagai sektor dalam keseluruhan ekonomi domestik kita,” ucap Sandiaga.