TopCareerID

Viral Desainer Grafis Ditemukan Meninggal, Asam Lambung Bisa Sebabkan Kematian?

Ilustrasi asam lambung-sakit perut

Ilustrasi asam lambung-sakit perut. (Pexels)

Topcareer.id – Beberapa waktu lalu ramai soal berita penemuan kasus kematian desainer grafis di Bantul, Yogyakarta akibat terlalu sering begadang dan minum kopi. Desainer grafis itu diduga mengalami penyakit asam lambung.

Menanggapi hal terebut, Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UM Surabaya, Firman menyampaikan sebenarnya penyakit asam langsung tidak secara langsung menimbulkan kematian dan kematian mendadak juga bisa disebabkan karena memiliki penyakit lain.

“Sebetulnya penyakit asam lambung tidak secara langsung bisa menimbulkan kematian, kecuali jika terjadi komplikasi seperti aspirasi cairan lambung masuk ke paru, yang kemudian menyebabkan infeksi pada paru, dan diperparah lagi jika memiliki kebiasaan merokok,” kata Firman dikutip laman resmi UM Surabaya, Senin (24/7/2023).

Penyakit lain yang dimaksud Firman sebagai penyebab kematian mendadak desainer grafis itu adalah serangan jantung, yang belakangan sering terjadi di usia muda, lantaran pola hidup yang tidak sehat. Kadang terjadi tanpa diketahui lantaran tidak pernah datang periksa dan berobat ke fasilitas layanan kesehatan.

Lebi lanjut Firman menjelaskan bahwa penyakit asam lambung dikenal dengan Gastroesophangeal Reflux Disease (GERD).
Penyakit satu ini disebabkan oleh naiknya cairan asam lambung ke kerongkongan, sehingga timbul rasa perih seperti terbakar di sekitar daerah dada. Bagi orang awam sulit membedakan gejala asam lambung dengan penyakit jantung.

“Untuk itu kita perlu tahu perbedaan keduanya, sebagai penilaian awal pada penyakit tersebut. Gejala khas yang terjadi pada penyakit asam lambung adalah perih seperti terasa terbakar sepanjang perut ke dada bagian tengah sampai ke kerongkongan,” jelas Firman.

Baca juga: Buru-Buru Deh Hindari Pola Makan Tinggi Lemak Daripada Cepat Botak

“Sedangkan penyakit jantung nyeri dada seperti ditekan dan bisa menjalar ke daerah bahu dan pergelangan,” lanjut dia.

Menurut Firman, kebiasaan minum kopi terlalu sering bisa berdampak buruk terhadap kesehatan. Kafein yang terkandung di dalam kopi dapat merangsang kelenjar adrenal, bertujuan untuk memproduksi hormon adrenalin, yang bisa menimbulkan peningkatan kontraksi jantung dan tekanan darah, akibatnya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Namun kopi tidak mesti selalu menimbulkan risiko masalah penyakit jantung, dengan catatan jika minum kopi dengan durasi dan jumlah yang wajar, yaitu tidak lebih dari 3 gelas perhari.

Sebab kafein yang terkadung pada secangkir kopi itu sekitar 50 mg, dan batas toleransi kafein dalam tubuh yaitu lebih kurang 450mg.

“Memiliki kebiasaan minum kopi juga bisa menyebabkan penyakit asam lambung. Ketika seseorang konsumsi kafein dalam kopi berlebihan, akan memicu peningkatan asam lambung, dan ketika asam lambung meningkat, maka akan naik ke kerongkongan dan timbul gejala perih, nyeri ulu hati, jantung berdebar hingga sesak nafas,” papar dia.

Di akhir keterangannya, Firman menyebut seseorang yang memiliki riwayat penyakit gastritis atau radang pada lambung harus menghindari minum kopi sampai betul-betul dinyatakan sembuh.

Exit mobile version