TopCareerID

Kemnaker Integrasikan Pelatihan Vokasi dalam Layanan Pusat Pasar Kerja

Wamenaker, Afriansyah Noor menyebut pendidikan vokasi utamakan keterampilan yang dibutuhkan industri.

Wamenaker, Afriansyah Noor menyebut pendidikan vokasi utamakan keterampilan yang dibutuhkan industri. (dok. Kemnaker)

Topcareer.id – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus berupaya mengintegrasikan pelatihan vokasi ke dalam kerangka layanan pusat pasar kerja untuk percepatan revitalisasi pelatihan vokasi.

Upaya intensif yang dilakukan demi interasi ke pusat pasar kerja itu, yakni mendorong hadirnya pelatihan vokasi berbasis demand dan meningkatkan link & match ketenagakerjaan.

“Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan besar active labour market policy, ” kata Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor dikutip dari siaran pers, Rabu (30/8/2023).

Afriansyah Noor menyebut ada tiga layanan integrasi pelatihan vokasi dalam ekosistem digital ketenagakerjaan (SIAPKerja).
Pertama, Skillhub. Layanan ini mengkhususkan pada peningkatan kompetensi angkatan kerja Indonesia agar makin tinggi dan memenuhi kriteria kebutuhan tenaga kerja baik dari sektor industri maupun sektor lainnya.

Kedua Sertihub, yakni pelayanan sertifikasi ketenagakerjaan untuk standar kompetensi dengan kualitas yang terjamin untuk setiap pelatihan.

Baca juga: Sekjen Kemnaker: UU Cipta Kerja Jadi Upaya Tingkatkan Kualitas SDM

“Sertifikasi ini juga menjadi acuan baik untuk para pencari kerja dan pemberi kerja dalam mengikuti pelatihan dalam rangka reskilling dan upskilling,” ujarnya.

Ketiga, KarirHub, adalah layanan yang menghubungkan para pencari kerja dengan pemberi kerja. Portal ini diharapkan menjadi jembatan yang efektif dalam rangka link and match ketenagakerjaan.

“Dalam layanan ini, tenaga kerja yang kompeten, memiliki skill dan bersertifikat dapat bertemu secara mudah dengan perusahaan yang membutuhkan calon pegawai kompeten,” tambah Wamenaker.

Berikutnya, ada Bizhub. Portal ini memberikan pelayanan kepada angkatan kerja yang memiliki minat sebagai Tenaga Kerja Mandiri (TKM).

“Yang terhubung dengan pelatihan bisnis, mentoring, jaringan usaha, hingga pembiayaan modal usaha,” imbuhnya.

Exit mobile version