TopCareerID

Banyak Warga Inggris yang Menganggap Pekerjaan Bukan Hal Penting, Beda dengan Indonesia

Ilustrasi warga Inggris.

Ilustrasi warga Inggris. (Pexels)

Topcareer.id – Ada memang sebagian orang yang menganggap bahwa pekerjaan bukan bagian penting dalam hidupnya. Seperti seperempat lebih warga Inggris yang tidak menganggap bahwa pekerjaan adalah bagian penting dalam hidup mereka. Berbanding terbalik dengan warga Indonesia.

Fakta itu berdasarkan survei terbaru yang dilakukan oleh King’s College London. Ditemukan bahwa hanya 73% warga Inggris yang mengatakan bahwa pekerjaan itu sangat penting bagi mereka, sehingga menjadikan Inggris sebagai negara yang paling tidak mengutamakan pekerjaan.

Masih menurut survei tersebut, Filipina dan Indonesia menduduki peringkat teratas, 99% responden yang disurvei di kedua negara ini mengatakan bahwa pekerjaan sangat penting bagi mereka.

Namun yang perlu diperhatikan, kedua negara ini juga merupakan negara-negara yang paling mungkin berpendapat bahwa akan lebih baik jika ditempatkan pada pekerjaan yang tidak terlalu penting.

Sebanyak 61% masyarakat Filipina dan 45% masyarakat Indonesia mengatakan hal ini merupakan perkembangan yang baik.

Di Amerika Serikat (AS), 75% orang mengatakan pekerjaan adalah bagian penting dalam hidup mereka, sehingga menempatkan negara ini pada posisi terendah keempat.

Persentase ini jauh lebih tinggi di beberapa negara besar lainnya, termasuk Brazil dengan 96%, Perancis dengan 94% dan Tiongkok dengan 87%.

Baca juga: Perhatikan 5 Hal Ini Jika Mau Bikin Akun Sosmed Untuk Bisnis

Orang dewasa dari 24 negara di seluruh dunia disurvei untuk laporan penelitian yang dilakukan oleh Policy Institute di King’s College London. Ini adalah bagian dari World Values survey, sebuah survei sosial akademis yang diakui secara global dan telah dijalankan sejak tahun 1981.

Bekerja sebagai prioritas utama?

Baik di Inggris maupun Amerika, hanya sebagian kecil orang yang percaya bahwa pekerjaan harus selalu menjadi prioritas utama. Dua puluh dua persen dan 28% responden masing-masing setuju dengan pernyataan bahwa pekerjaan harus selalu didahulukan, meskipun hal ini berarti waktu luang dikorbankan.

Di Inggris, terdapat perbedaan antar gender dalam hal menganut pandangan ini, menurut laporan tersebut.

“Di Inggris, terdapat perbedaan respons yang mencolok berdasarkan gender, dimana laki-laki (28%) lebih cenderung mengatakan bahwa pekerjaan harus selalu menjadi prioritas dibandingkan perempuan (16%),” ungkap laporan tersebut, dikutip laman CNBC Make It.

Hal yang sama juga berlaku untuk generasi yang berbeda, kata laporan itu.

“Baik Gen X (17%) maupun Gen Z (19%) sama-sama tidak menganggap pekerjaan harus diprioritaskan di atas segalanya, sementara generasi Sebelum Perang (43%) merupakan generasi yang paling mendukung pandangan bahwa pekerjaan harus selalu diutamakan,” katanya.

Hanya tiga negara yang lebih kecil kemungkinannya dibandingkan dengan Inggris untuk mengatakan bahwa pekerjaan tidak selalu harus didahulukan: Australia, dimana 21% penduduknya mengatakan hal ini, Kanada dengan 19% dan Jepang dengan 10%.

Exit mobile version